WELCOME TO MY BLOG, DON'T FORGET TO LEAVE A COMMENT _ Selamat datang di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar... THANK YOU :)

Kamis, 21 November 2013

Sapta Pesona Wisata

Oleh Muhammad Abdul Aziz
Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Indonesia kaya akan pesona wisata, banyak tempat-tempat indah di Indonesia yang patut untuk dijadikan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Pariwisata disebut sebagai industri yang mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 1969, ketika disadari bahwa industri pariwisata merupakan usaha yang dapat memberikan keuntungan pada pengusahanya Pariwisata di Indonesia harus ditopang dengan sosialisasi dan sadar wisata masyarakat. Sapta Pesona juga merupakan salah satu program pemerintah untuk memajukan pariwisata Indonesia. Pemerintah juga menempuh cara sosialisai pariwisata agar masyarakat juga ikut turut serta dalam memajukan pariwisata Indonesia.
Berapa tahun lalu pariwisata Indonesia sempat mengalami kejayaan.Bila dibandingkan dengan masa sekarang,memang secara kuantitas jumlah wisatawan terus meningkat,namun seharusnya sudah lebih jauh dari itu. Pada program Visit Indonesia Year dahulu dikampanyekan program Sapta Pesona.Hal tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan terbukti dengan terlampuinya target kunjungan wisataSapta Pesona juga merupakan salah satu program pemerintah untuk memajukan pariwisata Indonesia. Pemerintah juga menempuh cara sosialisai pariwisata agar masyarakat juga ikut turut serta dalam memajukan pariwisata Indonesia.

B.     Rumusan Massalah
1.      Apa makna Sapta Pesona Pariwisata?
2.      Bagaimana tujuan Sapta Pesona Pariwisata?
3.      Bagaimana Sapta Pesona Pariwisata di Indonesia dn Upaya Perwujudannya?

C.    Tujuan
1.      Mengertahui makna Sapta Pesona Pariwisata.
2.      Mengetahui tujuan Sapta Pesona Pariwisata
3.      Mengetahui Sapta Pesona Pariwisata di Indonesia dan upaya perwujudannya.


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Makna Sapta Pesona Pariwisata
Sebelum mendefinisikan sapta pesona wisata, kita akan membahas sedikit tentang sadar wisata. Sadar Wisata dapat didefinisikan sebagai sebuah konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. 
Sadar Wisata sangat berkaitan dengan sapta pesona, karena sadar wisata dapat diwujudkan dengan menjalankan sapta pesona. Sehingga jika masyarakat telah sadar wisata dan telah menjalankan konsep sapta pesona maka wisatawan akan tertarik mengunjungi daerah tujuan wisata. Sadar Wisata perlu dimanfaatkan dengan sebaik baiknya karena sebab juga ada yang namanya sapta pesona saling terkait antara konsep sapta pesona dengan sadar wisata dan muaranya adalah meningkatkan kualitas tempat tempat wisata itu sendiri yang dilihat dari sisi keindahan.
Kemudian mengenai kebersihan obyek wisata yang masih kotor perlu di bersihkan, termasuk tertib mengenai penataan parkirnya tempat makannya maupun restorannya di mana jangan sampai masuk keluarnya kendaraan di tempat wisata itu menganggu wisatawan yang berwisata. Hal paling penting lagi bagaimana tempat wisata itu sendiri tidak di rancang atau di buat ala kadarnya tapi betul betul di rencanakan. Daerah tujuan wisata harus di buat dalam konsep terpadu antara perencanaan masyarakat dan perencanaan aktifitas wisatawan dan kelembagaannya siapa yang mengelola disana dan juga bagaimana kontrolingnya.
Sapta Pesona merupakan jabaran konsep Sadar Wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan tujuh unsur dalam Sapta Pesona tersebut. Sapta Pesona adalah merupakan kebijakan dalam dunia pariwisata tanah air. Melalui Sapta Pesona, diharapkan terwujudkan suasana kebersamaan semua pihak untuk terciptanya lingkungan alam dan budaya budaya luhur bangsa.
Sapta Pesona merupakan kebijakan dalam dunia pariwisata Indonesia. Melalui Sapta Pesona, diharapkan akan mewujudkan suasana kebersamaan semua pihak untuk terciptanya lingkungan alam dan budaya budaya luhur bangsa. Sapta Pesona merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di Negara kita. Kita harus menciptakan suasana indah dan mempesona, dimana saja dan kapan saja. Khususnya ditempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada waktu melayani wisatawan.
Logo Sapta Pesona dan Makna
Logo Sapta Pesona ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi Nomor: KM.5/UM.209/MPPT-89 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sapta Pesona.
Logo Sapta Pesona berbentuk matahari tersenyum yang menggambarkan semangat hidup dan kegembiraan. Tujuh sudut pancaran sinar yang tersusun rapi di sekeliling matahari menggambarkan unsur-unsur Sapta Pesona yang terdiri dari : unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan. 
1.      Aman
Pengertian Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata yang memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :
a. Tidak menganggu kenyamanan wisatawan.
b. Menolong dan melindungi wisatawan.
c. Menunjukkan sifat bersahabat terhadap wisatawan.
d. Memelihara keamanan lingkungan.
e. Membantu memberi informasi kepada wisatawan.
f. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular.
g. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik.
2. Tertib
Pengertian kondisi lingkungan dan pelayanan di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi serta kualitas fisik dan layanan yang konsisten dan teratur serta efisien sehingga memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :
a. Mewujudkan budaya antri.
b. Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku.
c. Disiplin waktu/tepat waktu.
d. Serba jelas, teratur, rapi dan lancar.
3. Bersih
Suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sehat/hygienik sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut.
Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain :
a. Tidak membuang sampah sembarangan. 
b. Menjaga kebersihan lingkungan objek wisata.
c. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara.
d. Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis.
e. Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih.
f. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi.
4. Sejuk 
Suatu kondisi di destinasi pariwisata/daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman bagi wisatawan dalam melakukan kunjungannya ke daerah tersebut. 
Bentuk aksi yang perlu diwujudkan antara lain : 
a. Melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon.
b. Memelihara penghijauan di lingkungan objek wisata.
c. Menjaga kondisi sejuk dalam berbagai area di daerah tujuan wisata. 
5. Indah
Suatu kondisi di daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik dan memberikan kesan yang mendalam bagi wisatawan sehingga mewujudkan potensi kunjungan ulang serta mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas.
Bentuk Aksi yang perlu diwujudkan antara lain : 
a. Menjaga objek wisata dalam tatanan yang estetik, alami dan harmoni.
b. Menata lingkungan secara teratur.
c. Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh.
6. Ramah
Suatu kondisi lingkungan yang bersumber dari sikap masyarakat di destinasi pariwisata yang mencerminkan suasana yang akrab dan terbuka. 
Bentuk Aksi yang perlu diwujudkan :
a. Bersikap sebagai tuan rumah yang baik serta selalu membantu wisatawan.
b. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan.
c. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan.
d. Memberikan senyum yang tulus.
7. Kenangan
Suatu bentuk pengalaman yang berkesan di destinasi pariwisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan yang indah bagi wisatawan. 
Bentuk aksi yang perlu diwujudkan :
a. Menggali dan mengangkat keunikan budaya lokal.
b. Menyajikan makanan dan minuman khas lokal yang bersih dan sehat.
c. Menyediakan cinderamata yang menarik, unik/khas serta mudah dibawa.

B.     Tujuan Sapta Pesona Wisata
Secara sempit, tujuan program sapta pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun secara luas, tujuan sapta pesona tidak hanya sebatas khusus untuk bidang pariwisata, memasyarakatkan dan membudidayakan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari akan meningkatkan disiplin nasional dan jati diri bangsa yang juga akan meningkatkan citra baik Bangsa dan Negara.
Masyarakat di Daerah Tujuan Wisata harus siap menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan yang datang ke daerahnya. Masyarakat harus merasa memiliki Daerah Tujuan Wisata sebagai kota sentra pariwisata. Tanpa dukungan masyarakat, Daerah Tujuan Wisata yang telah ditunjuk tidak akan menjadi tempat wisata yang mampu memberikan kontribusi dalam pariwisata Indonesia.
Momen liburan panjang harus dimanfaatkan masyarakat, pemerintah dan pihak terkait untuk lebih menunjukan potensi wisata suatu Daerah Tujuan Wisata. Sehingga wisatawan akan tertarik mengunjungi DTW. Pengembangan konsep Sapta Pesona sangat perlu dilakukan oleh setiap pihak yang terkait dengan industri wisata. Karena dengan seperti itu, obyek wisata yang akan ditawarkan bisa menarik minat wisatwan untuk berkunjung.
Penataan kawasan wisata ke arah yang lebih baik terus dilakukan Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mendirikan papan-papan tersebut sebagai bagian dari kampanye sadar wisata yang digalakkan pemerintah. Tujuannya selain sebagai petunjuk arah bagi para wisatawan juga sebagai informasi bagi masyarakat sekitar bahwa lokasi dimana mereka berada adalah obyek wisata. Papan sapta pesona selain berisi informasi nama obyek wisata juga mencantumkan 7 hal penting yang disebut sapta pesona. Hal-hal tersebut adalah menyangkut keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukkan, keindahan, keramahtamahan dan kenangan di lokasi wisata. Meskipun saat ini belum semua obyek wisata dilengkapi dengan penanda seperti ini namun ke depannya direncanakan papan-papan sejenis akan berdiri disetiap lokasi yang menjadi daerah tujuan wisata.  Kehadiran papan sapta pesona itu diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran di kalangan wisatawan dan terutama masyarakat lokal untuk lebih menghargai obyek wisata yang dimilikinya dengan turut aktif menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban di lokasi wisata.

C.    Sapta Pesona Pariwisata Indonesia dan Upaya Perwujudannya
Beberapa tahun lalu pariwisata Indonesia sempat mengalami kejayaan. Bila dibandingkan dengan masa sekarang, memang secara kuantitas jumlah wisatawan terus meningkat, namun seharusnya sudah lebih jauh dari itu.
Pada program Visit Indonesia Year 1991 dahulu dikampanyekan program Sapta Pesona. Hal tersebut menunjukkan hasil yang memuaskan terbukti dengan terlampuinya target kunjungan wisata.
Pada tahun 1991 badak bercula satu binatang khas daerah Ujung Kulon, Jawa Barat digunakan sebagai maskot tahun kunjungan Indonesia 1991 (Visit Indonesia Year 1991). Ini merupakan kampanye promosi pariwisata Indonesia ke seluruh dunia oleh Departemen Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (sekarang: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata).
Pada program Visit Indonesia 2008 agaknya patut diingatkan kampanye yang sama, agar program pembangunan pariwisata Indonesia dapat berjalan dengan baik dan dapat menunjukkan hasil yang nyata bagi pembangunan nasional serta tidak dijalankan dengan setengah hati oleh segenap lapisan elemen bangsa.
Upaya Mewujudkan Sapta Pesona
Proses pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan peningkatan sadar wisata masyarakat.Demikian pula penciptaan Sapta Pesona harus sejalan dengan pembangunan daerah pada khususnya dan pembangunan nasional pada umumnya. Merupakan tugas bersama antara pemerintah,dunia usaha/swasta,dan masyarakat sesuai dengan profesinya masing-masing untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan terwujudnya Sapta Pesona dan menciptakan iklim yang baik bagi tumbuh berkembangnya sadar wisata masyarakat.
Mewujudkan Sapta Pesona, identik dengan menambah pesona pariwisata Indonesia.Itu berarti,meningkatkan daya tarik atau daya pesona pariwisata kita atau daya tarik obyek dan daya tarik wisata. Dengan kita harus berusaha agar sikap,tingkah laku,perbuatan dan cara hidup kita sehari-hari mencerminkan unsur-unsur yang terkandung dalam Sapta Pesona,yakni secara sadar,teratur dan berencana berperan aktif dalam turut :
1.      Memelihara keamanan :
Tidak melakukan hal-hal yang dapat mengakibatkan suasana tidak aman atau menimbulkan terganggunya keselamatan orang lain.Bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menanggulangi masalah keamanan lingkungan.
2.      Memelihara ketertiban umum :
Berusaha mematuhi peraturan-peraturan,tata tertib di jalan raya,maupun ditempat-tempat umum,membiasakan diri bersabar berbaris menunggu giliran,antri dan sebagainya.
3.      Menjaga kebersihan :
Membudayakan sifat,sikap penampilan yang bersih dan apik dalam segala hal,suka kebersihan,secara sadar senantiasa berupaya menampilkan dan menjaga kebersihan dimanapun berada.
4.      Membantu program penghijauan :
Turut membantu program penghijauan (pemanfaatan lahan/ pekarangan untuk penghijauan),turut memelihara pertumbuhan pohon pelindung yang ditanam sepanjang pinggir jalan raya.
5.      Menciptakan lingkungan yang indah :
Turut memelihara keindahan kota/desanya masing-masing,mempercantik lingkungan kawasan pemukiman,hotel,restauran,perkantoran,kawasan pertokoan,pusat-pusat perbelanjaan,dan memperindah jalur wisata dan lingkungan obyek wisata.
6.      Memperlihatkan sikap ramah amah :
Keramahtamahan yang merupakan warisan budaya bangsa hendaknya tetap dijaga,dijunjung tinggi dan tercermin dalam tata kehidupan,tata pergaulan sehari-hari.
7.      Menyajikan kenangan yang indah :
Turut menyajikan dan memelihara suasana,iklim,kesempatan,dan pelayanan yang baik,yang dapat membuahkan kenangan indah,kenangan manis yang tak mudah dilupakan baik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Untuk menunjang perkembangan pariwisata di Indonesia disusun kebijakan-kebijakan sebagai berikut, yang dikenal dengan istilah Sapta Kebijakan pengembangan pariwisata diantaranya:
1.      Promosi
Promosi pada hakikatnya merupakan pelaksanaan upaya pemasaran. Promosi pariwista harus dilaksanakan secara selaras dan terpadu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
2.      Aksesbilitas
Aksesbilitas merupakan salah satu aspek penting yang mendukung pengembangan pariwisata, karena menyangkut pengembangan lintas sektoral.
3.      Kawasan Pariwisata
Pengembangan kawasan pariwista dimaksudkan untuk:
a.       Meningkatkan peran serta daerah dan swasta dalam pengembangan pariwisata.
b.      Memperbesar dampak positif pembangunan.
c.       Mempermudah pengendalian terhadap dampak lingkungan
4.      Wisata Bahari
Wisata Bahari merupakan salah satu jenis produk wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Jenis wisata ini memiliki keunggulan komparatif yang sangat tinggi terhadap produk wisata sejenis di luar negeri.
5.      Produk Wisata
Upaya untuk dapat menampilkan produk wisata yang bervriasi dan mempunyai kualitas daya saing yang tinggi.
6.      Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia merupakan salah satu modal dasar pengembangan pariwisata. Sumber Daya Manusia ini harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang diperlukan untuk  memberikan jasa pelayanan pariwisata.
7.      Kampanye Nasional Sadar Wisata
Kampanye Nasional Sadar Wisata pada hakikatnya adalah upaya memasyarakatkan Sapta Pesona yang turut menegakkan disiplin nasional dan jati diri bangsa Indonesia melalui kegiatan kepariwisataan.

BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
Sapta Pesona merupakan jabaran konsep Sadar Wisata yang terkait dengan dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan tujuh unsur dalam Sapta Pesona tersebut.
Logo Sapta Pesona berbentuk matahari tersenyum yang menggambarkan semangat hidup dan kegembiraan. Tujuh sudut pancaran sinar yang tersusun rapi di sekeliling matahari menggambarkan unsur-unsur Sapta Pesona yang terdiri dari : unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan. 
Tujuan diselenggarakan program Sapta Pesona adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa tahun lalu pariwisata Indonesia sempat mengalami kejayaan. Bila dibandingkan dengan masa sekarang, memang secara kuantitas jumlah wisatawan terus meningkat, namun seharusnya sudah lebih jauh dari itu.

B.     Saran
Pemerintah harus ikut berpartisipasi aktif dalam memajukan pariwisata Indonesia, dan tetap memikirkan segi kepentingan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak akan dirugikan dengan adanya pariwisata, malah masyarakat harus ikut mendapat manfaat dari pariwisata. Selain itu masyarakat juga harus menciptakan iklim pariwisata yang kondusif bagi wistawan, masyarakat dapat melakukan cara-cara untuk ikut memanjukan pariwisata. Sebagai contoh masyarakat harus menunjukan keamanan, ketertiban, dan yang tidak kalah penting adalah kesan murah kepada wisatawan.
                   
DAFTAR PUSTAKA

Gamal, Suwantoro. 2004. Dasar-Dasar Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi Yogyakarta.

Panduan Pelaksanaan Sadar Wisata
Oleh: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia



http://www.budpar.go.id diakses pada 20 Desember 2010.

http://www.jemberkab.go.id diakses pada 20 Desember 2010.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar