A. Makna Sejarah
Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu syajaratun yang berarti
pohon. Menurut bahasa Arab, sejarah sama artinya dengan sebuah pohon
yang terus berkembang dari tingkat yang sangat sederhana ke tingkat yang
lebih kompleks atau ke tingkat yang lebih maju. Itulah sebabnya,
sejarah diumpamakan menyerupai perkembangan sebuah pohon yang terus
berkembang dari akar sampai ranting yang terkecil.
Sedangkan menurut Edward Hallett Carr adalah sebagai berikut: Dengan
fakta-fakta yang ada padanya; suatu dialog yang tidak henti-hentinya
antara masa sekarang dengan masa silam. History is a continuous process
of interaction between the historian and his facts, and unending
dialogue between the present and the past (Carr,1982 : 30).
Sedangkan menurut Robert V. Daniels (1966 : 3) dengan singkat dikatakan
bahwa : History is the memory of human group experience. Sejarah adalah
kenangan pegalaman umat manusia.
J. Bank menyatakan bahwa: All past event is history (history as
actuality). History can hep student to understand human behavior in the
past, present and future. (new goals for historical studied). (1985 :
249). Semua peristiwa masa yang lampau adalah sejarah (Sejarah sebagai
kenyataan!). Sejarah dapat membantu manusia untuk memahami perilaku
manusia pada masa yang lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang
(tujuan-tujuan baru untuk studi sejarah).
Selanjutnya dapat ditelaah rumusan sejarah menurut Muhammad Yamin yang
berbunyi sebagai berikut: “Sejarah adalah ilmu pengetahuan dengan
umumnya yang berhubungan dengan ceritera bertarikh sebagai hasil
penafsiran kejadian-kejadian dalam masyarakat manusia pada waktu yang
telah lampau, atau tanda-tanda yang lain. ”(Yamin, 1957:4 ).
Jadi secara khusus kelompok kami mengambil kesimpulan yaitu sejarah
merupakan cerita atau kejadian atau peristiwa yang benar-benar sudah
terjadi atau berlangsung pada waktu yang lalu, yang telah diteliti oleh
penulis sejarah dari masa ke masa.
B. Hakekat dan Ruang Lingkup Sejarah
Telah diuraikan di atas, bahwa ilmu sejarah adalah suatu ilmu
pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah
terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Maka dalam
pembahasannya, ilmu sejarah mencakup beragam peristiwa yang pernah
terjadi dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, pembahasan sejarah
berawal dari adanya kehidupan manusia hingga dewasa ini.
1. Sejarah sebagai Peristiwa
Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi sejak masa lampau menjadi materi
yang sangat penting dalam pembahasan Ilmu Sejarah. Bahkan melalui
peristiwa-peristiwa itu, Ilmu Sejarah menunjukkan suatu gambaran tentang
kehidupan manusia di masa lampau dan sebab-akibat terjadinya suatu
peristiwa. Namun, setiap peristiwa atau keadian-kejadian di dalam
lingkungan kehidupan manusia belum tentu akan tercatat dalam catatan
sejarah. Tanpa memandang besar kecilnya dari peristiwa itu, maka Ilmu
Sejarah berusaha menyusun rangkaian peristiwa-peristiwa yang terjadi
dalam ruang lingkup kehidupan manusia sejak masa lampau agar menjadi
suatu pelajaran bagi manusia di masa kini dan masa datang.
Para ahli sejarah atau sejarawan tidak begitu saja mencatat rangkaian
peristiwa-perisiwa yang telah terjadi di masa lampau itu, tetapi juga
mencoba menelusuri awal mula munculnya suatu peristiwa atau mencari
sebab-sebab munculnya peristiwa itu. Dengan demikian mereka berusaha
mengembangkan pembahasan peristiwa itu sampai kepada sektor kehidupan
manusia yang mendorong terjadinya peristiwa itu.
2. Sejarah sebagai Kisah
Apabila kita berbicara tentang sejarah sebagai suatu kisah, kita tidak
pernah lepas dari peristiwa-peristiwa sejarah yang telah terjadi di masa
lampau. Alasannya, peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang telah
terjadi di masa lampau itu meninggalkan jejak-jejak. Jejak-jejak
sejarah ini memiliki arti yang sangat penting dalam menyusun kisah
sejarah.
Menyusun kisah sejarah dari suatu masyarakat, bangsa, dan negara
tidaklah mudah. Suatu masyarakat, bangsa, dan negara dipastikan
meninggalkan jejak-jejak sejarah yang tidak sedikit. Jejak-jejak sejarah
yang berisi rangkaian-rangkaian peristiwa atau kejadian-kejadian dalam
lingkup kehidupan manusia menjadi sumber penting untuk penulisan kisah
sejarah.
Penulisan sejarah mengenai suatu peristiwa atau kejadian tidak dapat
hanya melihat bahwa suatu peristiwa atau kejadian telah terjadi. Tetapi
hendaknya melihat lebih jauh lagi, yaitu faktor-faktor yang mendukung
hingga munculnya peristiwa tersebut.
3. Sejarah sebagai Ilmu
Pada permulaan abad ke-20-an, telah terjadi suatu perdebatan tentang
pandangan terhadap sejarah. Perdebatan itu antara lain mengenai apakah
sejarah itu merupakan cabang dari ilmu pengetahuan atau merupakan suatu
seni. Perdebatan ini yang melibatkan ahli filsafat dan ahli sejarah
terjadi pertama kali di Jerman.
Berikut ini adalah para ilmuwan yang berpendapat mengenai sejarah.
Menurut Burry, sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan, tidak kurang dan
tidak lebih. York Powell menyatakan bahwa sejarah bukanlah sekadar suatu
cerita yang indah, instruktif, dan mengasyikkan, tetapi merupakan
cabang ilmu pengetahuan.
Sejarah sebagai salah satu cabang ilmu pengetahuan hendaklah dibahas dan
dibuktikan secara keilmuan atau alamiah. Untuk membuktikan
keilmiahannya itu, maka dipergunakan metode-metode dan berbagai standar
ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dengan
menggunakan metode ilmiah, para ahli atau sejarawan akan lebih
berhati-hati dalam mengungkapkan kebenaran sejarah.
Sebagai ilustrasi, penemuan fosil manusia purba di Indonesia. Untuk
mengungkapkan keberadaan manusia purba melalui hasil penemuan
fosil-fosil tersebut, para ahli mencoba melakukan penelitian dengan
menggunakan metode-metode atau standar ilmiah. Para ahli belum dapat
membuat suatu kesimpulan apabila hanya menyelidiki manusia purba yang
ada di Indonesia. Oleh karena itu, mereka berusaha meluaskan daerah
penelitiannya ke sekitar lokasi penelitian atau mencari jejak yang lebih
jauh agar mendapatkan temuan-temuan yang lebih lengkap.
4. Sejarah sebagai Seni
Menurut Mills, Spencer, dan Comte, metode ilmu alam dapat digunakan
untuk mempelajari sejarah, tanpa modifikasi lebih lanjut. Tetapi
Dithley, seorang sejarawan dan filosof modern, menyatakan bahwa hal
tersebut adalah salah besar. Sifat-sifat alami dari bahan-bahan
pengetahuan alam adalah sesuatu yang selalu nyata terlihat, sehingga
dengan mudah dapat menganalisa, menerangkan, dan menduganya. Namun
sejarah adalah pengetahuan tentang rasa. Sejarah memerlukan pemahaman
dan pendalaman akan bahan-bahan yang dihadapinya. Sejarah tidak saja
memelajari segala sesuatu gerakan dan perubahan yang tampak di
permukaan, tetapi juga mempelajari motivasi yang mendorong terjadinya
perubahan itu bagi pelaku sejarah. Lebih lanjut, sejarah mempelajari
suatu proses dinamis dari kehidupan manusia yang di dalamnya terlihat
hubungan sebab akibat ( causal ) yang cukup rumit.
C. Kegunaan Sejarah
Kegunaan Ilmu Sejarah adalah sebagai ilmu-ilmu kemanusiaan (humaniora)
dalam pendidikan tidak saja mempunyai arti besar bagi perkembangan
identitas pribadi para individu-individu, tetapi juga bagi kesadaran
identitas suatu bangsa secara keseluruhan. Selanjutnya juga sebagai
instrumen untuk membangkitkan identifikasi nasional dan kebangsaan
kepada kebudayaan untuk menuju suatu intregasi nasional guna menjadi
suatu bangsa yang satu, yang mempunyai cita-cita kemajuan, kebudayaan,
dan kemanusiaan yang sama dalam menyongsong masa depan.
Manfaat mempelajari sejarah adalah:
1.Kegunaan Edukatif
Kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran.
Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang
pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang
dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.manusia
melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. Kesalahan
pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain
coba dihindari. Sementara itu, pengalaman yang baik justru harus ditiru
dan dikembangkan. Dengan demikian, manusia dalam menjalani kehidupannya
tidak berdasarkan coba-coba saja (trial and error), seperti yang
dilakukan oleh binatang. Manusia harus berusaha menghindari kesalahan
yang sama untuk kedua kalinya.
2.Kegunaan Inspiratif
Kegunaan sejarah yang kedua adalah sebagai inspiratif. Berbagai kisah
sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya.
Belajar dari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh berdirinya
organisasi perjuangan yang modern di awal abad ke-20, masyarakat
Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional yang
ke-2. Pada kebangkitan nasional yang pertama, Bangsa Indonesia berusaha
merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dirasakan hasilnya. Untuk
mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan , Bangsa Indonesia ingin
melakukan kebangkitan nasional yang ke-2 , dengan bercita-cita mengejar
ketertinggalan dari bangsa asing. Bangsa Indonesia tidak hanya ingin
merdeka, tetapi juga ingin menjadi bangsa yang maju, bangsa yang mampu
menyejahterakan rakyatnya. Untuk itu, Bangsa Indonesia harus giat
menguasai IPTEK karena melalui IPTEK yang dikuasai, Bangsa Indonesia
berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani, serta dapat ikut serta
menjaga ketertiban dunia.
3.Kegunaan Rekreatif
Kegunaan sejarah yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. Kegunaan
sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. Melalui
penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. Gaya
penulisan yang hidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa
mampu “menghipnotis” pembaca.
Pembaca akan merasa nyaman membaca tulisan dari sejarawan. Konsekuensi
rasa senang dan daya tarik penulisan kisah sejarah tersebut membuat
pembaca menjadi senang. Membaca menjadi media hiburan dan rekreatif.
Membaca telah menjadi bagian dari kesenangan. Membaca telah dirasakan
sebagai suatu kebutuhan, yaitu kebutuhan rekreatif.
Pembaca dalam mempelajari hasil penulisan sejarah tidak hanya merasa
senang layaknya membaca novel, tetapi juga dapat berimajinasi ke masa
lampau. Disini peran sejarawan dapat menjadi pemandu (guide). Orang yang
ingin melihat situasi suatu daerah di masa lampau dapat membacanya dari
hasil tulisan para sejarawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar