Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia
Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua
Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari
13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara ("pulau
luar", di samping Jawa yang dianggap pusat). Dengan populasi sebesar 222
juta jiwa pada tahun 2006, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar
keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia,
meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan
Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah dan Presiden yang dipilih langsung. Ibukota negara
ialah Jakarta. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan,
dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau
Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia,
dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan
Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad
ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan
agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu
dan Buddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang
yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling
bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempah Maluku semasa era
penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda,
Indonesia yang saat itu bernama Hindia Belanda menyatakan kemerdekaannya
di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai
hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme,
proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.
Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa
dan agama yang berbeda. Suku Jawa adalah grup etnis terbesar dan secara
politis paling dominan. Semboyan nasional Indonesia, "Bhinneka tunggal
ika" ("Berbeda-beda tetapi tetap satu"), berarti keberagaman yang
membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas,
Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman
hayati terbesar kedua di dunia.
•
Etimologi
Kata "Indonesia" berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang
berarti "Hindia" dan kata dalam bahasa Yunani nesos yang berarti
"pulau". Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau
kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini
terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun
1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya
mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk "Kepulauan
Hindia atau Kepulauan Melayu". Murid dari Earl, James Richardson Logan,
menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun,
penulisan akademik Belanda di media Hindia Belanda tidak menggunakan
kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel);
Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië);
Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun
1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai
kritik terhadap kolonialisme Belanda).
Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan
akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia
menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas
Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln
des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang
menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu
ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch
Pers Bureau pada tahun 1913.
Sejarah
Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki
"Manusia Jawa", menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah
mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu.
Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini,
bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM,
dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana
terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat
yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padi
setidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota,
dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad
pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan
laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran
antara India dan Cina selama beberapa abad.[16] Sejarah Indonesia
selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan
tersebut.
Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan
sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k.
800 M.
Di bawah pengaruh agama Hindu dan Buddha, beberapa kerajaan terbentuk di
pulau Kalimantan, Sumatra, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14.
Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad
ke-4 di hulu sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau
Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara.
Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669
M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di
Jambi, Sumatera. Sriwijaya mengalahkan Malayu dan muncul sebagai
kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya
meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol
perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan. Di
bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra
dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur
di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan
candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur
pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas
sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut "Zaman
Keemasan" dalam sejarah Indonesia.
Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India,
kemudian membawa agama Islam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang
dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga
pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para
pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah
Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan
kerajaan Islam pertama di Indonesia.
Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan
beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi
perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua
pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat
diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasai Maluku. Pada abad ke-17,
Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa
lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni
mereka, Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke
Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai
3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai
koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian
langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.
Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.
Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19,
perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya
menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC.
Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem
ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan
Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi
yang lebih besar di Hindia-Belanda.
Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang
menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942,
Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan
yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan.
Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara
diberikan penghargaan oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.
Soekarno, presiden pertama Indonesia.
Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan
Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah
tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan, tiga
pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir
masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana
menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda
mengirimkan pasukan mereka.
Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian
dikenal oleh orang Belanda sebagai 'aksi kepolisian' (Politionele
Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer.
Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada 27 Desember
1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat
setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama
Amerika Serikat. Mosi Integral Natsir pada tanggal 17 Agustus 1950,
menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan
Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan
Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai
perdana menteri.
Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti
sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih
dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan
Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer
terhadap negara tetangga, Malaysia ("Konfrontasi"), dan ketidakpuasan
terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun
1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal
dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang
menyebut dirinya Orde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia
sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan
pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi
berdasarkan paham sosialis-komunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan
alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.
Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia.
Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk
mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik
Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan
ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh,
sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar
negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut
kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto
dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde
Lama.
Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan
investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan
menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada
awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok
ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley,
yang dipanggil "Mafia Berkeley". Namun, Soeharto menambah kekayaannya
dan keluarganya melalui praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang
meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi
demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada
tahun 1998.
Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin
Jusuf (BJ) Habibie, Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada
tahun 2004 pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan
oleh Susilo Bambang Yudhoyono.
Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan
pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha
untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua. Timor Timur akhirnya
resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan
Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor
Leste.
Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi
besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi
Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini
disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantam Pantai
Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006
yang tidak kunjung terpecahkan.
Politik dan pemerintahan
Gedung MPR-DPR
Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.
Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai
yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem
politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan
legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh
sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah
amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi
keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak
2004 menjelma menjadi lembaga bikameral yang terdiri dari 560 anggota
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai
Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang
merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD
dipilih melalui pemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun.
Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan
golongan dan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR
saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai
oleh Irman Gusman.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet.
Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri
bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang
ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo
Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk
sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya
untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga
legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya
diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang
dianggap ahli dalam bidangnya).
Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945
dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah
Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun
demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap
dipertahankan.
Pembagian administratif
Aceh
Sumatera Utara
Sumatera Barat
Riau
Kep. Riau
Kep. Bangka Belitung
Jambi
Sumatera Selatan
Bengkulu
Lampung
Banten
DKI Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Maluku Utara
Sulawesi Tengah
Gorontalo
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku
Papua Barat
Papua
Indonesia saat ini terdiri dari 33 provinsi, lima di antaranya memiliki
status yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi 399 kabupaten dan 98 kota
yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa,
gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi oleh
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur;
sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota
memiliki DPRD Kota dan walikota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat
melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR
Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi
di Jakarta bukanlah daerah otonom.
Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua
memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi
yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak
membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan
hukum Syariah. Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai
pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia
selama Revolusi.[29] Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya,
mendapat status otonomi khusus tahun 2001.[30] DKI Jakarta, adalah
daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam
wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang
kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor
Leste.[31]
Provinsi di Indonesia dan ibukotanya
Sumatera
• Aceh - Banda Aceh
• Sumatera Utara - Medan
• Sumatera Barat - Padang
• Riau - Pekanbaru
• Kepulauan Riau - Tanjung Pinang
• Jambi - Jambi
• Sumatera Selatan - Palembang
• Kepulauan Bangka Belitung - Pangkal Pinang
• Bengkulu - Bengkulu
• Lampung - Bandar Lampung
Jawa
• Daerah Khusus Ibukota Jakarta
• Banten - Serang
• Jawa Barat - Bandung
• Jawa Tengah - Semarang
• Daerah Istimewa Yogyakarta - Yogyakarta
• Jawa Timur - Surabaya
Kepulauan Sunda Kecil
• Bali - Denpasar
• Nusa Tenggara Barat - Mataram
• Nusa Tenggara Timur - Kupang
Kalimantan
• Kalimantan Barat - Pontianak
• Kalimantan Tengah - Palangka Raya
• Kalimantan Selatan - Banjarmasin
• Kalimantan Timur - Samarinda
Sulawesi
• Sulawesi Utara - Manado
• Gorontalo - Gorontalo
• Sulawesi Tengah - Palu
• Sulawesi Barat - Mamuju
• Sulawesi Selatan - Makassar
• Sulawesi Tenggara - Kendari
Kepulauan Maluku
• Maluku - Ambon
• Maluku Utara - Sofifi
Papua bagian barat
• Papua Barat - Manokwari
• Papua - Jayapura
Geografi
Air terjun Madakaripura di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur.
Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 17.504
pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni,
yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis.
Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BT
- 141°45'BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan
benua Australia/Oseania.
Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra
Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km²
dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah
pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia
terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km²,
Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km²,
Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².
Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan
territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil
laut, searah penjuru mata angin, yaitu:
Utara
Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km[33], Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
Selatan
Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
Barat
Samudra Indonesia
Timur
Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km[33], Timor Leste, dan Samudra Pasifik
Sumber daya alam
Sumber daya alam Indonesia berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel,
kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan pembagian
lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%,
padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan
lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 km
Pendidikan
Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, yaitu berdasarkan UUD 1945 pasal
31 ayat 4 dan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah
mesti mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN
dan APBD diluar gaji pendidik dan biaya kedinasan. Namun pada tahun 2007
alokasi yang disediakan tersebut baru sekitar 17.2 %, jauh lebih rendah
dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand dan Filipina yang telah
mengalokasikan anggaran untuk pendidikan lebih dari 28 %.
Ekonomi
Peta yang menunjukkan Produk Domestik Regional Bruto per kapita
provinsi-provinsi Indonesia pada tahun 2008 atas harga berlaku. PDRB per
kapita provinsi Kalimantan Timur mencapai Rp.100 juta manakala PDRB per
kapita Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur kurang dari Rp.5
juta.
██ Lebih dari Rp.100 juta ██ Rp.50 juta ++ - Rp.100 juta ██ Rp.40 juta
++ - Rp.50 juta ██ Rp.30 juta ++ - Rp.40 juta ██ Rp.20 juta ++ - Rp.30
juta ██ Rp.10 juta ++ - Rp.20 juta ██ Rp.5 juta ++ - Rp.10 juta ██
Kurang dari Rp.5 juta
Sistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang
Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik
Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.
Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi
sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme
ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan
ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat
banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan
terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.
Uang rupiah.
Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang
bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang
hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing.
Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan
melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi
rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981.
Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara
lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang
terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia
khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun
1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun
1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada
saat itu, yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan
pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.
Gedung pusat Bank Indonesia.
Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia
tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut.
Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam
memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun
2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan
terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2
per hari.
Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk
minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor
gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai
menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama
termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah
penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan
sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%.
Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang
daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga
kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri
sebesar 18,8%.
Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan
negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.
Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi
masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan
oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency
International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180
negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun
2007.
Peringkat internasional
Organisasi Nama Survey Peringkat
Heritage Foundation/The Wall Street Journal
Indeks Kebebasan Ekonomi
110 dari 157
The Economist
Indeks Kualitas Hidup
71 dari 111
Reporters Without Borders
Indeks Kebebasan Pers
103 dari 168
Transparency International
Indeks Persepsi Korupsi
143 dari 179
United Nations Development Programme
Indeks Pembangunan Manusia
108 dari 177
Forum Ekonomi Dunia
Laporan Daya Saing Global
51 dari 122
Demografi
Kepadatan penduduk Indonesia menurut Sensus 2010
Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206
juta, dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta. 130 juta
(lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk
terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar
(95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat juga
kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di
Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan
dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang
dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura,
Batak, dan Minangkabau.
Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas di
antaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama
datang ke Nusantara melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap
menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta
populasi etnis Tionghoa.[56] Angka ini berbeda-beda karena hanya pada
tahun 1930 dan 2000 pemerintah melakukan sensus dengan
menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan
keturunannya.
Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk
Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim
terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%), Katolik (3%),
Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama
tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.
Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai
bahasa ibu, namun bahasa resmi negara, yaitu bahasa Indonesia, diajarkan
di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir
seluruh penduduk Indonesia.
l • b • s
Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta
DKI Jakarta
9.607.787
Indonesia 7 Depok
Jawa Barat
1.738.570
2 Surabaya
Jawa Timur
2.765.487 8 Semarang
Jawa Tengah
1.555.984
3 Bandung
Jawa Barat
2.394.873 9 Palembang
Sumatera Selatan
1.455.284
4 Bekasi
Jawa Barat
2.334.871 10 Makassar
Sulawesi Selatan
1.338.663
5 Medan
Sumatera Utara
2.097.610 11 Tangerang Selatan
Banten
1.290.322
6 Tangerang
Banten
1.798.601 12 Bogor
Jawa Barat
950.334
Kebudayaan
Pertunjukan
Wayang kulit warisan budaya Jawa.
Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki
warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh
kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri
yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek
budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan
kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda.
Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di
antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb
Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.
Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti
pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam
acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.
Busana
Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia.
Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah
kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik
meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya
dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain
dengan industri batiknya. Busana asli Indonesia dari Sabang sampai
Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di
setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera
Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatra Utara (Batak), busana
kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi
Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.
Arsitektur
Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles.
Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan
geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah,
penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan
memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh
arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Cina, Arab,
dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.
Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui
rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap
provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta
yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur
Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang,
Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di
Institut Teknologi Bandung.
Olahraga
Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.
Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah bulu tangkis dan sepak
bola; Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di
Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi
di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes
pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba.
Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah
Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara
pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia
berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah
asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan
olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di
Indonesia.
Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak
terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih
pada saat Olimpiade 1992, dimana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan
meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu. Pada era 1960 hingga 2000,
Indonesia merajai bulu tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi
Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja,
dan Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang
dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara All England
terbanyak sepanjang sejarah. Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju
Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico
Thomas, dan Chris John.
Seni musik
Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak
terbentang dari Sabang hingga Merauke. Setiap provinsi di Indonesia
memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik
tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis
di daerah Tugu, Jakarta,[62] yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia
bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia
yang dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern
yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat
berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik
Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.
Seperangkat gamelan
Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki
banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari
alat musik tradisional Indonesia 'dicuri' oleh negara lain[63] untuk
kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan
mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat musik tradisional
Indonesia antara lain meliputi:
• Angklung
• Bende
• Calung
• Dermenan
• Gamelan
• Gandang Tabuik
• Gendang Bali • Gondang Batak
• Gong Kemada
• Gong Lambus
• Jidor
• Kecapi Suling
• Kulcapi Batak
• Kendang Jawa • Kenong
• Kulintang
• Rebab
• Rebana
• Saluang
• Saron
• Sasando
• Serunai
• Seurune Kale
• Suling Lembang
• Sulim Batak
• Suling Sunda
• Talempong
• Tanggetong
• Tifa, dan sebagainya
Boga
Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis.
Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. Nasi adalah
makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu
(terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting.
Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua
benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan
teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah,
Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan
Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak
ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah
mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru
ke Indonesia.
Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan beberapa contoh
makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari. Selain
disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas
Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak
atau pikulan. Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi
goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan
lain-lain.
Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan
bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai kota
di Indonesia. Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas
Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas. Nasi rames atau
nasi campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di
warung nasi di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar,
dan terminal bus. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal
nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran kecil dengan harga murah,
nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima.
Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional.
Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi
jalar, terigu, atau sagu.
Perfilman
Poster film Tjoet Nja' Dhien (1988), film tentang pahlawan nasional Indonesia asal Aceh.
Film pertama yang diproduksi pertama kalinya di nusantara adalah film
bisu tahun 1926 yang berjudul Loetoeng Kasaroeng dan dibuat oleh
sutradara Belanda G. Kruger dan L. Heuveldorp pada zaman Hindia Belanda.
Film ini dibuat dengan aktor lokal oleh Perusahaan Film Jawa NV di
Bandung dan muncul pertama kalinya pada tanggal 31 Desember, 1926 di
teater Elite and Majestic, Bandung. Setelah itu, lebih dari 2.200 film
diproduksi. Di masa awal kemerdekaan, sineas-sineas Indonesia belum
banyak bermunculan. Di antara sineas yang ada, Usmar Ismail merupakan
salah satu sutradara paling produktif, dengan film pertamanya Harta
Karun (1949). Namun kemudian film pertama yang secara resmi diakui
sebagai film pertama Indonesia sebagai negara berkedaulatan adalah film
Darah dan Doa (1950) yang disutradarai Usmar Ismail. Dekade 1970 hingga
2000-an, Arizal muncul sebagai sutradara film paling produktif. Tak
kurang dari 52 buah film dan 8 judul sinetron dengan 1.196 episode telah
dihasilkannya.
Popularitas industri film Indonesia memuncak pada tahun 1980-an dan
mendominasi bioskop di Indonesia, meskipun kepopulerannya berkurang pada
awal tahun 1990-an. Antara tahun 2000 hingga 2005, jumlah film
Indonesia yang dirilis setiap tahun meningkat. Film Laskar Pelangi
(2008) yang diangkat dari novel karya Andrea Hirata menjadi film dengan
pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perfilman Indonesia saat ini.
Kesusastraan
Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa
Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern
Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik
perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda;
Muhammad Yamin dan Hamka yang merupakan penulis dan politikus
pra-kemerdekaan; dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang
paling terkenal. Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa
puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi
Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi
lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas
budaya mereka. Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya
kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun
televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan
stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita
mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna
internet di Indonesia pada tahun 2007.[71] Penggunaan internet terbatas
pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.
Lingkungan hidup
Rafflesia arnoldii bunga terbesar di dunia, diameternya mencapai 1,3 meter.
Komodo, hewan reptil langka khas dari Nusa Tenggara.
Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi
sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan
istilah "Mega biodiversity" atau "keanekaragaman mahluk hidup yang
tinggi" umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan
penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen
reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di
Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan
makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brasil dan
Republik Demokratik Kongo.
Meskipun demikian, Guinness World Records pada 2008 pernah mencatat
rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan
hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8
juta hektar. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut
merusak kawasan di daerah hilir (pesisir). Menurut catatan Down The
Earth, proyek Asian Development Bank (ADB) di sektor kelautan Indonesia
telah memicu terjadinya alih fungsi secara besar-besaran hutan bakau
menjadi kawasan pertambakan. Padahal hutan bakau, selain berfungsi
melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai
jenis ikan. Kehancuran hutan bakau tersebut mengakibatkan nelayan harus
mencari ikan dengan jarak semakin jauh dan menambah biaya operasional
mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga
mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia terhadap
terjangan air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar