WELCOME TO MY BLOG, DON'T FORGET TO LEAVE A COMMENT _ Selamat datang di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar... THANK YOU :)

Senin, 25 November 2013

Kajian Wilayah Indonesia Secara Umum dalam Perspektif Kebudayaan

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks. Masyarakat dengan berbagai keanekaragaman tersebut dikenal dengan istilah mayarakat multikultural. Bila kita mengenal masyarakat sebagai sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama sehingga mereka mampu mengorganisasikan dirinya dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu, maka konsep masyarakat tersebut jika digabungkan dengan multikurtural memiliki makna yang sangat luas dan diperlukan pemahaman yang mendalam untuk dapat mengerti apa sebenarnya masyarakat multikultural itu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
·         Indonesia yang kaya akan Budaya
Di era globalisasi seperti saat ini, kebudayaan yang di miliki Indonesia sudah sangat beraneka ragam yang perlu kita jaga dan lestarikan Indonesia merupakan negara atau bangsa yang kaya akan seni dan budaya, khususnya seni dan budaya yang bersifat tradisional. Maka tidak menutup kemungkinan pentingnya peranan budaya lokal terhadap bangsa lain yang mempengaruhi citra dan pandangan yang positif dari bangsa Indonesia
Apabila kebudayaan yang ada di Indonesia dapat mentransformasi diri sebagai milik bersama dan kebanggaan bersama yang dipangku oleh suatu masyarakat daerah, maka kebudayaan akan dapat berperan untuk meningkatkan ketahanan nasional.
Hal ini menjadi satu kebanggaan sekaligus suatu tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan budaya daerah yang ada di tengah banyaknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak budaya daerah.
Indonesia sebagai termasuk salah satu negara kepulauan terbesar di dunia memiliki berbagai macam kebudayaan baik dalam hal Pakaian adat, seni tari, seni musik, senjata, rumah adat dan lain – lain. Sebenarnya hampir seluruh kebudayaan indonesia tidak berasal dari Indonesia sepenuhnya. Kebudayaan – kebudayaan yang berada di indonesia merupakan perpaduan dengan budaya – budaya luar seperti India, Arab, cina (tionghoa) dan lainnya, juga berpadu dengan kebudayaan yang dari awal kita miliki, sehingga indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan, baik bahasa (Sastra), Kesenian, dan lain – lain.
Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau karena keberadaan kebudayaan – kebudayaan daerah yang ada di Indonesia, sehingga Indonesia bisa menjadi di kenal seperti sekarang ini. Kebudayaan Daerah sudah menjadi seperti Identitas adanya negara Indonesia.
Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan termajemuk dengan lebih dari 740 suku, 583 bahasa daerah dan 67 dialek, pulau Papua merupakan pulau dengan jumlah suku terbanyak yakni 270 suku.
Seluruh kebudayaan daerah yang berasal dari kebudayaan beraneka ragam suku-suku di Indonesia merupakan bagian integral daripada kebudayaan Indonesia.
Kebudayaan Indonesia walau beraneka ragam, namun pada dasarnya terbentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan besar lainnya seperti kebudayaan Tionghoa, kebudayaan India dan kebudayaan Arab. Kebudayaan India terutama masuk dari penyebaran agama Hindu dan Buddha di Nusantara jauh sebelum Indonesia terbentuk. Kerajaan-kerajaan yang bernafaskan agama Hindu dan Budha sempat mendominasi Nusantara pada abad ke-5 Masehi ditandai dengan berdirinya kerajaan tertua di Nusantara, Kutai, sampai pada penghujung abad ke-15 Masehi.
Kebudayaan Tionghoa masuk dan mempengaruhi kebudayaan Indonesia karena interaksi perdagangan yang intensif antara pedagang-pedagang Tionghoa dan Nusantara (Sriwijaya). Selain itu, banyak pula yang masuk bersama perantau-perantau Tionghoa yang datang dari daerah selatan Tiongkok dan menetap di Nusantara. Mereka menetap dan menikahi penduduk lokal menghasilkan perpaduan kebudayaan Tionghoa dan lokal yang unik. Kebudayaan seperti inilah yang kemudian menjadi salah satu akar daripada kebudayaan lokal modern di Indonesia semisal kebudayaan Jawa dan Betawi.
Kebudayaan Arab masuk bersama dengan penyebaran agama Islam oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Nusantara dalam perjalanan mereka menuju Tiongkok.
Kedatangan penjelajah dari Eropa sejak abad ke-16 ke Nusantara, dan penjajahan yang berlangsung selanjutnya, membawa berbagai bentuk kebudayaan Barat dan membentuk kebudayaan Indonesia modern sebagaimana yang dapat dijumpai sekarang. Teknologi, sistem organisasi dan politik, sistem sosial, berbagai elemen budaya seperti boga, busana, perekonomian, dan sebagainya, banyak mengadopsi kebudayaan Barat yang lambat-laun terintegrasi dalam masyarakat.
Wujud kebudayaan daerah di Indonesia Kebudayaan daerah tercermin dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di seluruh daerah di Indonesia. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Seperti rumah adat, tarian, lagu, musik, alat musik, gambar, patung, pakaian, suara, dan sastra/tulisan.

Analisis SWOT Untuk Mengkaji Indonesia yang Multi Budaya:
Analisis permasalahan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun external dilihat dari aspek ;
budaya Indonesia. Ada juga wisatawan asing yang datang langsung ke Indonesia untuk mempelajari kesenian tradisional yang dimiliki Indonesia,Kita sebut saja Bali,Bali adalah suatu pulau yang memiliki keindahan,selain keindahan pulau yang ia miliki,Bali juga memiliki berbagai macam kebudayaan daerah yang menarik dan memiliki ciri unik. Dengan keunikan budaya yang dimiliki Bali,sangat menarik wisatawan asing dari berbaggai penjuru dunia untuk mempelajari kebudayaan Bali sehingga berdampak positif untuk negara salah satunya menambahkan pendapatan devisa negara.
Kebudayaan di Indonesia sangatlah beragam tetapi banyak masyarakat Indonesia yang tidak mengenal budayanya sendiri. Padahal kebudayaan sangat diperlukan untuk melestarikan sejarah nenek moyang kita. Untuk itu sangat diperlukan peran serta masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.
Oleh karena itu permasalahan ini akan kita bahas menggunakan analisis SWOT, sebagai berikut :
1.      Strenght (Kekuatan)
a.       Peranan budaya daerah sangat berpengaruh untuk membangun ketahanan bangsa Indonesia,karena budaya daerah merupakan kebudayaan yang berasal dari suku bangsa Indonesia yang jumlahnya ratusan,yang pastinya memiliki fungsi memperkokoh kebudayaan Nasional dan mempersatukan berbagai macam keragaman.
b.      Selain itu budaya daerah memiliki ciri unik,yang menjadikan bangsa kita dikenal oleh bangsa lain,samapai-sampai berberapa negara didunia mendirikan sebuah sekolah yang mempelajari
c.       Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat beranekaragam
d.      Setiap daerah di Indonesia memilki ciri khas budayanya masing-masing, karena Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulau sehingga mnejadi daya tarik tersendiri bagi para turis asing.
e.       Keunikan budaya Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Contohnya seperti rumah adat, pakaian adat, tarian daerah.
f.       Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangak menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan.
2.      Kelemahan (Weakness)
a.       Kurangnya kesadaran masayarakat untuk melestarikan budaya daerah masing-masing, sehingga banyak budaya daerah yang tidak dikenal oleh masyarakatnya daerahnya sendiri.
b.      Kurangnya minat untuk mempelajari atau mengenal budaya daerah masyarakat.
c.       Adanya pengaruh dari budaya asing yang lebih diterima oleh masyarakat dibandingkan budayanya sendiri
d.      Seringnya terjadi perpecahan antarsuku karena kurangnya komunikasi antarbudaya.
e.       Adanya budaya yang mengikat yang membawa dampak kurang bagus bagi masyarakat yang tidak menganutnya
3.      Peluang (Opportunity)
a.       Menjadi negara yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan asing sehingga menambah devisa negara.
b.      Dapat mengembangkan hasil-hasil kerajinan tangan yang dimiliki oleh tiap daerah
c.       Kebudayaan dijadikan salah satu pemersatu rakyat Indonesia
d.      Adanya peluang meninggikan martabat bangsa karena kita dianggap memiliki identitas sebagai bangsa yang berbudaya.

Peluang yang timbul dengan adanya multikulturalisme di Indonesia adalah peluang di bidang pariwisata. Kita dapat mempromosikan budaya nasional Indonesia ke wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara. Dengan adanya globalisasi dan kemajuan teknologi diharapkan promosi wisata dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Selain itu, Indonesia dapat memanfaatkan berbagai budaya yang ada dengan memilih salah satu budaya icon agar Indonesia dikenal dengan ciri khas icon budayanya tersebut. Keragaman budaya Indonesia juga dapat meningkatkan hubungan antar umat beragama. Keragaman budaya khususnya baju adat yaitu kebaya dapat dikembangkan menjadi trend fashion dunia. Cara memaksimalkan peluang budaya Indonesia yang beraneka ragam:
a.       Pengembangan kebudayaan hingga standarisasi tingkat lokal. Menggali, memodifikasi potensi dan meningkatkan mutu kualitas kebudayaan yang ada.
b.      Mempromosikan potensi kebudayaan lokal atau daerah sebagai sebuah kekuatan sosial, ekonomi dan kebudayaan yang memiliki nilai tambah bagi negara dan bangsa ini dalam percaturan internasional.
c.       Dari perspektif ekonomi, mendiversifikasi, melakukan modifikasi, dan memberikan nilai tambah pada setiap potensi kebudayaan lokal yang ada.
d.      Menetapkan suatu standar yang tinggi bagi bidang jasa atau produk pariwisata yang kita hasilkan, sehingga dapat tetap bertahan dan bersaing dalam kompetisi di level global.
e.       Melakukan pembenahan obyek wisata infrastruktur secara luas, agar dapat menarik perhatian dunia internasional.
f.       Membuat event daerah yang terjadwal dan berstandar internasional.
Sail Indonesia 2012 di Morotai merupakan peluang promosi pariwisata daerah yang menggembirakan, karenanya langkah-langkah strategis pengembangan kebudayaan dan kepariwisataan di Kota Ternate sebagai salah satu pintu masuk sekaligus “penentu” kesuksesan Sail 2012 secara konkrit, terarah dan berkesinambungan. Misalnya acara Legu Gam yang telah eksis mensukseskan event ini selama sembilan tahun terakhir.
g.      Pembuatan perjanjian kerjasama dalam bidang pariwisata
Pemerintah Indonesia berupaya menelaah dan mempelajari kemungkinan dan manfaat pembuatan perjanjian yang saling menguntungkan untuk mengembangkan kerjasama Indonesia dengan negara-negara lain dalam bidang pariwisata.
h.      Promosi Terpadu Indonesia. Sejak tahun 2003 Departemen Luar Negeri memiliki program tahunan konkret berupa Promosi Terpadu Indonesia (PTI) di Kawasan yang bertujuan untuk memperkenalkan potensi ekonomi, perdagangan, investasi dan budaya, termasuk potensi pariwisata Indonesia. Melalui PTI, diharapkan produk Indonesia dapat menjadi lebih dikenal dan lebih mudah masuk ke pasar internasional.
Kegiatan-kegiatan dalam PTI meliputi pameran dagang, temu usaha, pergelaran budaya, pemutaran film Indonesia dan pengenalan gastronomi. Dalam rangkaian kegiatan PTI tersebut Departemen Luar Negeri bekerja sama dengan instansi terkait seperti Departemen Perdagangan, Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) dan beberapa Pemerintah Provinsi serta Institut Kesenian. PTI pertama diadakan pada tahun 2003 di Brasil, Chile dan Kolombia. Tahun berikutnya, PTI diadakan di Argentina, Brasil, Ekuador dan Peru. Tahun 2005, PTI dilaksanakan di Venezuela, Kolombia dan Peru. Sedangkan tahun 2006 PTI dilaksanakan secara berturut-turut di Caracas, Venezuela; Santiago de Chile, Chile; Buenos Aires, Argentina; Havana, Kuba dan Paramaribo, Suriname. Pada tahun 2007, PTI telah dilaksanakan di Paraguay dan Chile (Juni-Juli) dan di Bolivia dan Brasil (September-Oktober). Untuk tahun 2008, PTI direncanakan akan dilaksanakan di Chile, Uruguay, Caracas, dan Trinidad Tobago.
i.        Keterlibatan masyarakat lokal menjadi kewajiban dalam pengembangan pariwisata, terutama perekrutan lokal, sehingga termasuk penduduk lokal dalam rantai nilai pariwisata, penanggulangan kemiskinan dan kontribusi terhadap kohesi sosial sebagai prinsip pembangunan berkelanjutan;
4.      Tantangan/Hambatan (Threats)
a.       Masuknya budaya asing sehingga menghilangkan kebudayaan daerah itu sendiri
b.      Kurangnya minat masyarakat untuk mengenal budaya daerahnya sendiri
c.       Kurangnya sosialisasi dari pemerintah sehinnga banyak kebudayaan Indonesia yang dicuri oleh negara lain
d.      Akibat adanya kemajuan teknologi, kebudayaan daerah mulai ditinggalkan oleh masyarakat.
Upaya-upaya untuk mengintegrasikan bangsa di tengah keberagaman suku harus senantiasa diusahakan agar terbentuk bangsa Indonesia yang benar-benar satu, upaya tersebut dapat diwujudkan dengan:
a.       pertama, memperkuat kembali Pancasila sebagai sebuah ideologi nasional yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Kedua, menciptakan keadilan sosial dan pemerataan antara pusat dan daerah. Ketiga, membangun budaya Indonesia yang akan menyatukan seluruh elemen bangsa. Keempat ialah pelaksanaan otonomi daerah yang benar dan tepat. Sehingga antar daerah akan terjalin kerjasama dan kemajuan tanpa harus menimbulkan kecemburuan dan keinginan untuk memisahkan diri.
Artinya secara sederhana dapat dikatakan ada dua hal yang dapat ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, secara politis (struktural) dan yang kedua ialah secara sosial (kultural). Secara struktural diharapkan pemerintah dapat membuat dan menerapkan kebijakan-kabijakan yang dapat dikatakan merata dan tidak membuat kecemburuan antar suku bangsa. Sedangkan secara kultural bahwa diharapkan masyarakat sebagai sebuah kesatuan dapat secara aktif mengeratkan diri melalui budaya lokal yang dapat menjadi penyangga bagi kesatuan nasional.
b.      Pendidikan kebangsaan yang dapat menumbuhkan nasionalisme generasi bangsa juga harus senantiasa ditumbuhkan. Rasa kebangsaan membutuhkan pembinaan nilai-nilai kepribadian dan aspek peningkatan pengetahuan wawasan kebangsaan. Dibutuhkan langkah dan upaya secara intensif membangun kesadaran kebangsaan yang berlandaskan kebhinekaan. Pendidikan yang dibutuhkan tidak sekedar mentransformasikan pengetahuan, tetapi juga memberikan pemahaman kebangsaan dan wawasan kebhinekaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Diharapkan nasionalisme dapat menjadi tandingan sikap sikap fanatisme kedaerahan. Karena sikap nasionalisme Indonesia merupakan suatu sikap yang dilandasi akan kecintaan kepada tanah air Indonesia, bukan kecintaan terhadap kesukuan, kedaerahan atau hal-hal yang sifatnya primordialistis.
c.       Mengembangkan pendidikan multikultural. Dalam konteks Indonesia, yang dikenal dengan muatan yang sarat kemajemukan, maka peran pendidikan yang berbasis multikultural menjadi sangat strategis untuk dapat mengelola kemajemukan secara kreatif, sehingga konflik yang muncul sebagai dampak dari transformasi dan reformasi sosial dapat dikelola secara cerdas dan menjadi bagian dari pencerahan kehidupan bangsa ke depan. Sebaliknya, tanpa pendidikan multikultural, maka konflik dan disintegrasi sosial yang destruktif akan terus menjadi suatu ancaman yang serius bagi keutuhan dan persatuan bangsa. Negara dipandang perlu memberikan porsi pendidikan multikultural dalam sistem pendidikan agar peserta didik memiliki kepekaan dalam menghadapi gejala-gejala dan masalah-masalah sosial yang berakar pada perbedaan suku, ras, agama, dan nilai-nilai yang terjadi pada lingkungan masyarakat. Hal ini dapat diimplementasikan baik pada substansi maupun model pembelajaran yang mengakui dan menghormati keanekaragaman budaya. Oleh karena itu sudah seharusnya kita mulai memikirkan pendidikan multikultur yang mengembangkan konsep toleransi, saling menghargai, saling menghormati dan saling menyadari tentang sebuah perbedaan.
Pendidikan multikultural seyogyanya memfasilitasi proses belajar mengajar yang mengubah perspektif monokultural yang esensial, penuh prasangka, dan diskriminatif ke perspektif multikulturalis yang menghargai keragaman dan perbedaan, toleran, dan sikap terbuka. Perubahan paradigma semacam ini menuntut transformasi yang tidak terbatas pada dimensi kognitif.
d.      Rekonsiliasi budaya dilakukan sebagai gerakan mempersatukan dan mendamaikan segala bentuk konflik melalui kerangka budaya. Kasus konflik yang sudah terjadi seperti konflik Poso, Ambon, Irian Barat, dan beberapa kerusuhan lainnya, yang dipicu oleh perbedaan SARA dan egoisme sektarian antarkelompok, harus dijadikan bahan evaluasi dan refleksi bagi pemerintah dan masyarakat. Konflik antar suku pada dasarnya bukan hanya disebabkan oleh faktor perbedaan kepercayaan (ajaran agama) saja. Namun, munculnya konflik, ternyata lebih didominasi oleh egosentris kesukuan atau kelompok, yang cenderung mengedepankan emosionalitas dari pada menggunakan rasionalitas. Konflik berkepanjangan akan menimbulkan permusuhan yang dapat berujung pada bentrok atau peperangan. Rekonsiliasi budaya sebagai upaya transformasi konflik, memberikan ruang untuk melakukan mediasi, membuka ruang dialog untuk menemukan sebuah solusi penyelesaian konflik. Berdialog dilakukan untuk memberikan kepada ruang publik memahami akar persoalan yang memicu terjadinya konflik. Sebagai gerakan anti-kekerasan, proses dialogis dilakukan sebagai pendekatan kultural, memahami ranah adat kebiasaan pada suku atau kelompok tertentu. Menekankan pada keadilan dan kesetaraan serta resolusi konflik yang concern pada kepentingan kolektif. Maka sikap saling menghormati, bijak (arif) merupakan kebutuhan dari semua pihak yang terlibat konflik, dan desakan akan sebuah kesamaan kedudukan, adalah faktor yang dapat menciptakan keadilan sosial. Selain itu, kesalehan sosial juga menjadi orientasi dalam kaitannya dengan kondusifitas antarkelompok untuk merajut rekonsiliasi dan transformasi konflik menuju integrasi bangsa.




Simpulan dan Rekomendasi:
1.      Simpulan
a.       Pemerintah masih kurang dalam mensosialisasikan kebudayaan daerah yang ada di Indonesia.
b.      Masyarakat kurang memahami akan pentingnya kebudayaan bagi mereka sendiri
c.       Akibat kurang perdulinya masyarakat dengan kebudayaan, maka banyak kebudayaan Indonesia yang diakui oleh negara lain.
d.      Kemajuan teknologi masih belum di manfaatkan dengan baik oleh pemerintah dalam hal mengembangkan kebudayaan yang ada di Indonesia.
2.      Rekomendasi
a.       Masyarakat harus lebih mencintai budayanya sendiri agar tidak  diakui oleh bangsa lain.
b.      Masuknya budaya asing harus dapat disaring agar tidak merusak kebudayaan daerah itu sendiri.
c.       Pemerintah harus lebih aktif dalam menjaga kebudayaan yang kita punya.
d.      Adanya program bantuan dari pemerintah untuk pelestarian budaya daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar