BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemiskinan
merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh manusia. Masalah
kemiskinan itu sama tuanya dengan usia kemanusiaan itu sendiri dan
implikasi permasalahannya dapat melibatkan keseluruhan aspek kehidupan
manusia, walaupun seringkali tidak disadari kehadirannya sebagai masalah
oleh manusia yang bersangkutan. Bagi mereka yang tergolong miskin,
kemiskinan merupakan suatu hal yang nyata ada dalam kehidupan mereka
sehari-hari karena mereka merasakan dan menjalani sendiri bagaimana
hidup dalam kemiskinan. Walaupun demikian belum tentu mereka sadar akan
kemiskinan yang mereka jalani. Kesadaran akan kemiskinan yang mereka
miliki itu, baru terasa pada waktu mereka membandingkan kehidupan yang
mereka jalani dengan kehidupan orang lain yang tergolong mempunyai
tingkat kehidupan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi. Dalam makalah
ini, akan dibahas mengenai faktor penyebab kemiskinan, dampak dari
adanya kemiskinan serta bagaimana solusi untuk mengatasi kemiskinan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa faktor penyebab kemiskinan ?
2. Apa dampak kemiskinan ?
3. Bagaimana cara mengatasi kemiskinan ?
4. Bagaimana profil kemiskinan di Indonesia ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui faktor penyebab kemiskinan.
2. Untuk mengetahui dampak dari kemiskinan.
3. Untuk mengetahui solusi mengatasi kemiskinan.
4. Mengetahui profil kemiskinan di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Kemiskinan
Secara
etimologis “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak
berharta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat
Statistik, mendefinisikan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi
kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos,2002).
Sedangkan pengertian kemiskinan menurut para ahli antara lain:
a. Menurut Amartya Sen
Seseorang dikatakan miskin bila mengalami "capability deprivation"
dimana seseorang tersebut mengalami kekurangan kebebasan yang
substantif. Menurut Bloom dan Canning, kebebasan substantif ini memiliki
dua sisi: kesempatan dan rasa aman. Kesempatan membutuhkan pendidikan
dan keamanan membutuhkan kesehatan. Amartya Sen, seperti dikutip dari
Bloom dan Canning (2001, The Health and Poverty of Nations: From Theory to Practice, School of Public Health, Harvard University, Boston and Dept. of Economics, Queens University, Belfast).
b. Menurut Uni Eropa
Uni
Eropa umumnya mendefinisikan penduduk miskin adalah mereka yang
mempunyai pendapatan per kapita di bawah 50 persen dari median
(rata-rata) pendapatan. Ketika median/rata-rata pendapatan meningkat,
garis kemiskinan relatif juga meningkat.
Dua ukuran kemiskinan yang digunakan oleh Bank Dunia, yaitu :
- US$ 1 perkapita per hari dimana diperkirakan ada sekitar 1,2 miliar penduduk dunia yang hidup dibawah ukuran tersebut.
- US$
2 perkapita per hari dimana lebih dari 2 miliar penduduk yang hidup
kurang dari batas tersebut. US dollar yang digunakan adalah US$ PPP (Purchasing Power Parity), bukan nilai tukar resmi (exchange rate). Kedua batas ini adalah garis kemiskinan absolut.
c. Menurut Soerjono Soekanto
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memlihara dirinya sendiri
sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut."
Soerjono Soekanto, (1982, Sosiologi: suatu Pengantar, Rajawali Press)
d. Menurut Frank Ellis
Kemiskinan memiliki
berbagai dimensi yang menyangkut aspek ekonomi, politik dan
sosial-psikologis.Orang disebut miskin jika dalam kadar tertentu sumber
daya ekonomi yang mereka miliki di bawah target atau patokan yang telah
ditentukan. Yang dimaksud dengan kemiskinan sosial adalah kurangnya
jaringan sosial dan struktur sosial yang mendukung orang untuk
mendapatkan kesempatan - kesempatan agar produktivitasnya meningkat.
Dapat juga dikatakan bahwa kemiskinan sosial adalah kemiskinan yang
disebabkan oleh adanya faktor-faktor penghambat sehingga mencegah dan
menghalangi seseorang untuk memanfaatkan kesempatan – kesempatan yang
tersedia.
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan
dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh
kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global, sebagian orang memahami
istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya
melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara diantaranya :
- Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
- Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
B. Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan
Faktor penyebab kemiskinan menurut Paul Spicker (2002, Poverty and the Welfare State : Dispelling the Myths, A Catalyst Working Paper, London: Catalyst.) penyebab kemiskinan dapat dibagi dalam empat mazhab:
a. Individual explanation,
diakibatkan oleh karakteristik orang miskin itu sendiri: malas, pilihan
yang salah, gagal dalam bekerja, cacat bawaan, belum siap memiliki anak
dan sebagainya.
b. Familial explanation, akibat faktor keturunan, dimana antar generasi terjadi ketidakberuntungan yang berulang, terutama akibat pendidikan.
c. Subcultural explanation, akibat karakteristik perilaku suatu lingkungan yang berakibat pada moral dari masyarakat.
d. Structural explanations, menganggap kemiskinan sebagai produk dari masyarakat yang menciptakan ketidakseimbangan dengan pembedaan status atau hak.
Faktor penyebab kemiskinan menurut Sharp et al. (Sharp, A.M., Register, C.A., Grimes , P.W. ( 2000), Economics of Social Issues 14th edition, New York: Irwin/McGraw-Hill meliputi:
a. Rendahnya kualitas angkatan kerja.
Salah
satu penyebab terjadinya kemiskinan adalah karena rendahnya kualitas
angkatan kerja. Kualitas angkatan kerja ini bisa dilihat dari angka buta
huruf. Sebagai contoh Amerika Serikat hanya mempunyai angka buta huruf
sebesar 1%, dibandingkan dengan Ethiopia yang mempunyai angka diatas
50%.
b. Akses yang sulit terhadap kepemilikan modal.
Kepemilikan modal yang sedikit serta rasio antara modal dan tenaga kerja (capital-to-labor ratios) menghasilkan produktivitas yang rendah yang pada akhirnya menjadi faktor penyebab kemiskinan.
c. Rendahnya tingkat penguasaan teknologi.
Negara-negara
dengan penguasaan teknologi yang rendah mempunyai tingkat produktivitas
yang rendah pula. Tingkat produktivitas yang rendah menyebabkan
terjadinya pengangguran. Hal ini disebabkan oleh kegagalan dalam
mengadaptasi teknik produksi yang lebih modern. Ukuran tingkat
penguasaan teknologi yang rendah salah satunya bisa dilihat dari
penggunaaan alat-alat produksi yang masih bersifat tradisional.
d. Penggunaan sumber daya yang tidak efisien.
Negara
miskin sumber daya yang tersedia tidak dipergunakan secara penuh dan
efisien. Pada tingkat rumah tangga penggunaan sumber daya biasanya masih
bersifat tradisional yang menyebabkan terjadinya inefisiensi.
e. Pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Menurut
teori Malthus jumlah penduduk berkembang sesuai deret ukur sedangkan
produksi bahan pangan berkembang sesuai deret hitung. Hal ini
mengakibatkan kelebihan penduduk dan kekurangan bahan pangan. Kekurangan
bahan pangan merupakan salah satu indikasi terjadinya kemiskinan.
Penyebab kemiskinan menurut Kuncoro (2000:107) sebagai berikut:
a. Secara
makro, kemiskinan muncul karena adanya ketidaksamaan pola kepemilikan
sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk
miskin hanya memiliki sumber daya dalam jumlah yang terbatas dan
kualitasnya rendah.
b. kemiskinan
muncul akibat perbedaan kualitas sumber daya manusia karena kualitas
sumber daya manusia yang rendah berarti produktivitas juga rendah,
upahnyapun rendah.
c. kemiskinan muncul sebab perbedaan akses dan modal
Sendalam ismawan (2003:102) mengutarakan bahwa penyebab kemiskinan dan keterbelakangan adalah persoalan aksesibilitas. Akibat keterbatasan dan ketertiadaan akses manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tidak ada) pilihan untuk mengembangkan hidupnya, kecuali menjalankan apa terpaksa saat ini yang dapat dilakukan (bukan apa yang seharusnya dilakukan). Dengan demikian manusia mempunyai keterbatasan dalam melakukan pilihan, akibatnya potensi manusia untuk mengembangkan hidupnya menjadi terhambat.
Sendalam ismawan (2003:102) mengutarakan bahwa penyebab kemiskinan dan keterbelakangan adalah persoalan aksesibilitas. Akibat keterbatasan dan ketertiadaan akses manusia mempunyai keterbatasan (bahkan tidak ada) pilihan untuk mengembangkan hidupnya, kecuali menjalankan apa terpaksa saat ini yang dapat dilakukan (bukan apa yang seharusnya dilakukan). Dengan demikian manusia mempunyai keterbatasan dalam melakukan pilihan, akibatnya potensi manusia untuk mengembangkan hidupnya menjadi terhambat.
C. Dampak Kemiskinan
Dampak
kemiskinan di Indonesia memunculkan berbagai penyakit pada kelompok
risiko tinggi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan lanjut
usia. Kemiskinan memang tidak pernah berhenti dan tidak bosan
menghancurkan cita-cita masyarakat Indonesia khususnya para generasi
muda. Sebagian besar dari penduduk Indonesia tidak mendapatkan
pendidikan yang layak dikarenakan keterbatasan ekonomi. Sebagai contoh
yang terjadi di lapangan banyak anak yang putus sekolah karena menunggak
SPP, siswa SD yang nekat bunuh diri karena malu sering ditagih oleh
pihak sekolah, anak di bawah umur bekerja keras dengan tujuan memberi
sesuap nasi untuk keluarganya, dll.
D. Cara Penanggulangan Kemiskinan
Kondisi
kemiskinan di Indonesia terus mengalami tren penurunan yang cukup
besar. Meskipun demikian, tantangan ke depan untuk mencapai target yang
ditentukan juga masih cukup besar. Untuk itu, pemerintah telah
menetapkan peningkatan kesejahteraan rakyat dan pengurangan kemiskinan
sebagai tema pembangunan pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2009.
Dengan demikian, program penanggulangan kemiskinan tetap menjadi salah
satu prioritas pemerintah pada tahun 2009. Hal ini jika dilihat dari
Rancangan Anggaran dan Belanja Negara yang ditetapkan oleh Pemerintah.
Sebagai bukti komitmen dalam menanggulangi kemiskinan, Pemerintah akan
menyiapkan anggaran Rp. 66,2 triliun untuk menanggulangi kemiskinan pada
tahun 2009.
Besaran
anggaran untuk program kemiskinan tersebut dalam APBN meningkat sekitar
tiga kali lipat dalam kurun waktu 2005-2008. Dengan anggaran tersebut,
angka kemiskinan ditargetkan dapat berkurang dari 15,4 persen pada tahun
2008 menjadi 12-14 persen pada tahun 2009. Peningkatan anggaran saja
tentu belum cukup tanpa disertai dengan perencanaan program yang lebih
efektif. Karena itu, selain peningkatan untuk mempercepat penurunan
tingkat kemiskinan itu pemerintah telah melakukan harmonisasi dan
sinergi program dan anggaran penanggulangan kemiskinan di tingkat pusat
yang implementasinya dijalankan secara nyata di seluruh Indonesia.
Dalam butir II paragraf 7 dokumen Johannesburg tentang “Rencana
Pelaksanaan KTT Pembangunan Berkelanjutant” (Plan of Implementaion of the World Summit on Sustainable Development), Pemerintah Indonesia sepakat untuk menempuh langkah-Iangkah pengentasan kemiskinan sebagai berikut:
1. Pada tahun 2015, mengurangi separuh proporsi penduduk dunia yang
berpenghasilan
kurang dari 1 dollar AS per hari dan proporsi penduduk yang menderita
kelaparan, dan pada tahun yang sama, mengurangi separuh proporsi jumlah
penduduk yang tidak memiliki akses pada air minum yang sehat;
2. Membentuk dana solidaritas dunia untuk penghapusan kemiskinan dan memajukan pembangunan sosial dan manusia di Indonesia;
3.
Mengembangkan program nasional bagi pembangunan berkelanjutan dan
pengembangan masyarakat daerah lokal dalam lingkup strategi nasional
pengurangan kemiskinan, meningkatkan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat
miskin serta organisasi kelompok masyarakat tsb;
4. Memajukan akses yang sama dan partisipasi penuh kaum perempuan,
berdasarkan
prinsip kesetaraan dengan pria, dalam pengambilan keputusan pada semua
tingkatan, mengarus-utamakan perspektif gender dalam semua kebijakan dan
strategi pembangunan, serta penghapusan semua bentuk kekerasan dan
diskriminasi terhadap perempuan;
5.
Mengembangkan kebijakan, cara-cara dan sarana untuk meningkatkan akses
masyarakat adat/penduduk asli dan komunitas mereka terhadap
kegiatan-kegiatan ekonomi, dengan memperhatikan hakekat ketergantungan
mereka selama ini pada ekosistem alami dimana,mereka hidup dan bekerja;
6.
Menyediakan pelayanan kesehatan dasar untuk semua kelompok masyarakat
dan mengurangi ancaman terhadap kesehatan yang berasal dari lingkungan;
7.
Menjamin bahwa anak-anak di manapun juga, baik laki-Iaki maupun
perempuan, dapat menyelesaikan pendidikan dasar serta memperoleh akses
dan kesempatan yang sama pada semua tingkatan pendidikan;
8.
Menyediakan akses pada sumber daya pertanian bagi masyarakat miskin.
khususnya perempuan dan komunitas masyarakat adat/penduduk asli;
9.
Membangun prasarana dasar pedesaan, diversifikasi ekonomi dan perbaikan
transportasi, serta akses pada pasar, kemudahan informasi pasar dan
kredit bagi masyarakat miskin pedesaan, untuk mendukung pembangunan
pedesaan dan pertanian secara berkelanjutan;
10.
Melaksanakan alih pengetahuan dan tehnik dasar pertanian berkelanjutan,
termasuk pengelolaan sumber daya alam secara lestari, untuk petani dan
nelayan skala kecil dan menengah, serta masyarakat miskin di pedesaan,
termasuk melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan para pemangku
kepentingan terkait;
11. Meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, dengan memajukan pola kemitraan produksi pangan berbasis masyararakat;
12.
Memerangi kekeringan dan peng-“gurun”-nan lahan, serta mengurangi
dampakcbencana kekeringan dan bencana banjir, melalui langkah-Iangkah
seperticpenggunaan informasi dan prakiraan iklim dan cuaca, sistem
peringatan dini,cpengelolaan sumber daya tanah dan alam secara lestari,
penerapan praktikcpertanian dan koservasi ekosistem yang ditujukan untuk
membalikkan dan
mengurangi kecenderungan degradasi tanah dan sumber daya air;
13. Meningkatkan akses pada sanitasi untuk memperbaiki kesehatan manusia dan mengurangi angka kematian bayi dan “baIita”.
E. PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010
JUMLAH PENDUDUK MISKIN MARET 2010 MENCAPAI 31,02 JUTA
_
Jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per
bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada Maret 2010 mencapai
31,02 juta (13,33 persen), turun 1,51 juta dibandingkan dengan penduduk
miskin pada Maret 2009 yang sebesar 32,53 juta (14,15 persen).
_
Selama periode Maret 2009-Maret 2010, penduduk miskin di daerah
perkotaan berkurang 0,81 juta (dari 11,91 juta pada Maret 2009 menjadi
11,10 juta pada Maret 2010), sementara di daerah perdesaan berkurang
0,69 juta orang (dari 20,62 juta pada Maret 2009 menjadi 19,93 juta pada
Maret 2010).
_
Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak
banyak berubah selama periode ini. Pada Maret 2009, 63,38 persen
penduduk miskin berada di daerah perdesaan, sedangkan pada Maret 2010
sebesar 64,23 persen.
_
Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar
dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang,
pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2010, sumbangan Garis Kemiskinan
Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,5 persen, sedangkan pada
Maret 2009 sebesar 73,6 persen.
_
Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan
adalah beras, rokok kretek filter, gula pasir, telur ayam ras, mie
instan, tempe, bawang merah, kopi, dan tahu. Untuk komoditi bukan
makanan adalah biaya perumahan, listrik, angkutan, dan pendidikan.
_
Pada periode Maret 2009-Maret 2010, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1)
dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan kecenderungan menurun.
Ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin
cenderung semakin mendekati Garis Kemiskinan dan ketimpangan,
pengeluaran penduduk miskin juga semakin menyempit.
BAB III
PENUTUP
Simpulan
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan
dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan
kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh
kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan
pekerjaan.
Penyebab kemiskinanantara lain :
1. Pertumbuhan penduduk yang tinggi.
2. Penguunaan sumber daya yang tidak efisien.
3. Rendahnya kualitas angkatan kerja.
4. Rendahnya penguasaan teknologi.
Dampak
kemiskinan di Indonesia memunculkan berbagai penyakit pada kelompok
risiko tinggi seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, dan lanjut
usia. Kemiskinan memang tidak pernah berhenti dan tidak bosan
menghancurkan cita-cita masyarakat Indonesia khususnya para generasi
muda. Sebagian besar dari penduduk Indonesia tidak mendapatkan
pendidikan yang layak dikarenakan keterbatasan ekonomi.
Upaya
pemerintah untuk mengatasi kemiskinan yaitu peningkatan untuk
mempercepat penurunan tingkat kemiskinan itu pemerintah telah melakukan
harmonisasi dan sinergi program dan anggaran penanggulangan kemiskinan
di tingkat pusat yang implementasinya dijalankan secara nyata di seluruh
Indonesia.
Saran
Melihat
kondisi Indonesia dimana angka kemiskinan masih tinggi maka seharusnya
pemerintah segera mencarikan solusi untuk mengurangi angka kemiskinan
dan menuntaskan masalah ini.
Daftar Pustaka
Soetomo. 2008. Masalah sosial dan upaya pemecahannya. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Sumardi, mulyanto n hans-dieterevers.ed. 1982. Kemiskinan dan kebutuhan pokok. Jakarta: cv. Rajawali.
Suparlan, Pasudi. 1995. Kemiskinan di Perkotaan. Jakarta : Sinar Harapan
UI haq, mahbub. 1995. Tirai Kemiskinan: tantangan untuk dunia ketiga. Jakarta:obor ind.
Diambil dari internet :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar