WELCOME TO MY BLOG, DON'T FORGET TO LEAVE A COMMENT _ Selamat datang di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar... THANK YOU :)

Kamis, 21 November 2013

MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH: Aplikasi dan Dampak bagi Penyelenggaraan Sekolah

Oleh Muhammad Abdul Aziz
Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta


A.      Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu alternatibaru dan berbeda dari hal yang umum terjadi, biasanya  pengoperasian sekolah selama ini memusatkan wewenang di kantor pusat dan daerah. Sedangkan Manajemen Berbasis Sekolah adalah strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan mempercayakan kewenangan pengambilan keputusan penting dari pusat dan dearah pada tingkat sekolah. Dengan demikian, Manajemen Berbasis Sekolah pada dasarnya merupakan sistem manajemen di mana sekolah menjadi pengambil keputusan penting tentang penyelenggaraan pendidikan secara mandiri.
Manajemen Berbasis Sekolah  memberikan kesempatan pengendalian lebih besar bagi kepala sekolah, guru, murid, dan orang tua atas proses pendidikan di sekolah mereka. Dengan terselenggaranya Manajemen Berbasis Sekolah, tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu mengenai anggaran, kepegawaian, sarana dan prasarana, serta kurikulum ditempatkan di tingkat sekolah dan bukan di tingkat daerah, apalagi pusat, sehingga keputusan sesuai dengan apa yang dibutuhkan sekolah. Dengan melibatkan guru, orang tua, dan anggota masyarakat lainnya dalam keputusan-keputusan penting sekolah, Manajemen Berbasis Sekolah dipandang dapat menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi para murid. Dengan demikian, pada dasarnya Manajemen Berbasis Sekolah adalah upaya memandirikan sekolah dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.
Tujuan utama Manjemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah peningkatan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari atas. Mereka dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi tersebut secara mandiri.

B.       Aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah
Bervariasinya kebutuhan siswa akan belajar, beragamnya kebutuhan guru dan staf lain dalam pengembangan profesionalnya, berbedanya lingkungan sekolah satu dengan lainnya dan ditambah dengan harapan orang tua/masyarakat akan pendidikan yang bermutu bagi anak dan tuntutan dunia usaha untuk memperoleh tenaga bermutu, berdampak kepada keharusan bagi setiap individu terutama pimpinan kelompok harus mampu merespon dan mengapresiasikan kondisi tersebut di dalam proses pengambilan keputusan.
Strategi pengembangan manajemen berbasis sekolah ini berbeda dengan konsep mengenai pengelolaan sekolah yang selama ini kita kenal. Dalam sistem lama, birokrasi pusat sangat mendominasi proses pengambilan atau pembuatan keputusan pendidikan, yang bukan hanya kebijakan bersifat makro saja tetapi lebih jauh kepada hal-hal yang bersifat mikro; Sementara sekolah cenderung hanya melaksanakan kebijakan-kebijakan tersebut yang belum tentu sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, lingkungan Sekolah, dan harapan orang tua. Pengalaman menunjukkan bahwa sistem lama seringkali menimbulkan kontradiksi antara apa yang menjadi kebutuhan sekolah dengan kebijakan yang harus dilaksanakan di dalam proses peningkatan mutu pendidikan.
 Pelaksanaan konsep manajemen berbasis sekolah ini, merupakan strategi yang dapat dilaksanakan oleh sekolah antara lain meliputi evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut sekolah bersama-sama orang tua dan masyarakat menentukan visi dan misi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan atau merumuskan mutu yang diharapkan dan dilanjutkan dengan penyusunan rencana program sekolah termasuk pembiayaannya, dengan mengacu kepada skala prioritas dan kebijakan nasional sesuai dengan kondisi sekolah dan sumber daya yang tersedia. Dalam penyusunan program, sekolah harus menetapkan indikator atau target mutu yang akan dicapai. Kegiatan yang tak kalah pentingnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi program yang telah direncanakan sesuai dengan pendanaannya untuk melihat ketercapaian visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan kebijakan nasional dan target mutu yang dicapai serta melaporkan hasilnya kepada masyarakat dan pemerintah. Hasil evaluasi (proses dan output) ini selanjutnya dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan
Penerapan atau aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah dipercayakan kepada  kepala sekolah dan dewan sekolah untuk menentukan cara mencapai sasaran pendidikan di masing-masing sekolah. Sehingga perlu adanya kesepakatan tertulis yang memuat secara rinci peran dan tanggung jawab dewan pendidikan daerah, dinas pendidikan daerah, kepala sekolah, dan dewan sekolah. Kesepakatan itu harus dengan jelas menyatakan standar yang akan dipakai sebagai dasar penilaian akuntabilitas sekolah. Setiap sekolah perlu menyusun laporan kinerja tahunan yang mencakup kualitas  kinerja sekolah dalam upayanya mencapai tujuan dan sasaran, bagaimana sekolah menggunakan sumber dayanya, dan apa rencana selanjutnya yang akan digunakan. Salah satu contohnya yaitu setiap sekolah memiliki wewenang untuk menentukan sendiri pengeluaran anggaran yang dialokasikan kepada mereka untuk pembayaran gaji pegawai, peralatan, dan pemeliharaan.
Agar Manajemen Berbasis Sekolah berjalan optimal perlu diadakan pelatihan dalam bidang-bidang seperti pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, penanganan konflik, teknik presentasi, manajemen stress, serta komunikasi interpersonal dalam kelompok. Pelatihan ini ditujukan bagi semua pihak yang terlibat di sekolah dan anggota masyarakat sekitar sekolah, khususnya pada tahap awal penerapan MBS. Selain itu untuk  memenuhi tantangan pekerjaan, kepala sekolah kemungkinan besar memerlukan tambahan pelatihan kepemimpinan. Selain itu Manajemen Berbasis Sekolah  akan lebih optimal apabila dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.
Dalam penerapan atau aplikasi Manajemen Berbasis Sekolah terdapat beberapa hambatan, hambatan ini dialami oleh staf atau dewan sekolah. Banyak staf yang tidak berminat untuk terlibat dalam hal ini karena sebagaian staf tidak menginginkan kerja tambahan selain pekerjaan yang sekarang mereka lakukan. Mereka tidak berminat untuk ikut serta dalam kegiatan yang menurut mereka hanya menambah beban. Anggota dewan sekolah harus lebih banyak menggunakan waktunya dalam hal-hal yang menyangkut perencanaan dan anggaran. Akibatnya kepala sekolah dan guru tidak memiliki banyak waktu lagi yang tersisa untuk memikirkan aspek-aspek lain dari pekerjaan mereka. Tidak semua guru akan berminat dalam proses penyusunan anggaran atau tidak ingin menyediakan waktunya untuk urusan itu.
Pengambilan keputusan yang dilakukan secara partisipatif terkadang menimbulkan frustrasi dan seringkali lebih lamban dibandingkan dengan cara-cara yang otokratis. Para anggota dewan sekolah harus dapat bekerja sama, berkoordinasi dan memusatkan perhatian pada tugas, bukan pada hal-hal lain di luar itu. Akan tetapi hal ini terkadang menimbulkan pemikiran kelompok, sehingga terdapat beberapa kubu dalam pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di suatu sekolah.
Selain itu terkadang dewan sekolah dilanda kebingungan atas peran dan tanggung jawab baru yang dimilikinya, karena mereka terbiasa  terkondisi dengan iklim kerja yang selama ini mereka geluti. Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah mengubah peran dan tanggung jawab pihak-pihak yang berkepentingan. Perubahan yang mendadak kemungkinan besar akan menimbulkan kebingungan sehingga mereka ragu untuk memikul tanggung jawab pengambilan keputusan.
Kegiatan program MBS yang dilakukan di daerah adalah seperti pelatihan tim pelatih tingkat kabupaten, pelatihan sekolah dan masyarakat (kepala sekolah, guru dan masyarakat), penyusunan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) dan RAPBS oleh sekolah dan masyarakat, pelatihan untuk guru, termasuk pendampingan langsung di kelas oleh pelatih.

C.       Dampak Manajemen Berbasis Sekolah
Dampak MBS bagi sekolah adalah MBS menciptakan rasa tanggung jawab melalui administrasi sekolah yang lebih terbuka. Kepala sekolah, guru, dan anggota masyarakat bekerja sama dengan baik untuk membuat Rencana Pengembangan Sekolah. Sekolah memajangkan anggaran sekolah dan perhitungan dana secara terbuka pada papan sekolahKeterbukaan ini telah meningkatkan kepercayaan, motivasi, serta dukungan orang tua dan masyarakat terhadap sekolah. Banyak sekolah yang melaporkan kenaikan sumbangan orang tua untuk menunjang sekolahPelaksanaan PAKEM (Pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) atau Pembelajaran Kontekstual dalam MBS, mengakibatkan peningkatan kehadiran anak di sekolah, karena mereka senang belajar.
Manajemen sekolah berdampak pada dewan sekolah, dinas pendidikan pusat, maupun bagi siswa, dampak tersebut antara lain:
Kepala sekolah dan guru dapat bekerja lebih profesional dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak di sekolahnya. Mereka dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kurikulum, silabus, dan rencana pembelajaran. Selain itu mereka dituntut untuk mampu menggunakan segala sumberdaya yang dimilikinya dengan efektif dan efisien, sehingga sekolah dapat berkembang dan berkualitas.
Manajemen Berbasis Sekolah menyebabkan pejabat pusat dan kepala dinas serta seluruh jajarannya lebih banyak berperan sebagai fasilitator pengambilan keputusan di tingkat sekolah. Pemerintah pusat, tentu saja masih menjalankan politik pendidikan secara nasional. Pemerintah pusat menetapkan standar nasional pendidikan yang antara lain mencakup standar kompetensi, standar fasilitas dan peralatan sekolah, standar kepegawaian, standar kualifikasi guru, dan sebagainya. Penerapan standar disesuaikan dengan keadaan daerah. Standar ini kemudian dioperasionalkan oleh pemerintah daerah (dinas pendidikan) dengan melibatkan sekolah-sekolah di daerahnya.
Dampak Manajemen Berbasis Sekolah bagi para siswa yaitu dengan dilaksanakannya MBS akan tercapai peningkatan prestasi siswa. Peningkatan prestasi ini terjadi karena sumber daya sekolah digunakan dengan optimal, dan sesuai dengan keadaan, kemampuan, dan kebutuhan siswa.  Sehingga siswa dapat konsentrasi, fokus, dan mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar