BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Dewasa
ini, kehidupan kita semakin terbantu dengan diciptakannya berbagai
macam teknologi yang dapat memudahkan dan melancarkan kinerja kita,
sehingga waktu lebih efisien. Teknologi
mulai dari yang sederhana hingga yang sangat canggihpun sudah tersedia
untuk kita, tinggal bagaimana kebijaksanaan kita menggunakannya, apakah
seluruh pekerjaan tadi diserahkan kepada teknologi ataukah masih ada
campur tangan manusia dalam pekerjaan sehari-hari. Tentunya dalam
pembuatan teknologi yang mutakhir nan canggih itu membutuhkan energi,
baik pada saat pembuatan maupun pada saat pengoperasian. Pertanyaannya
di sini adalah darimanakah energi-energi tadi berasal ? ada banyak
energy di sekitar kita, seperti energi dari panas matahari, energi
listrik, energi nuklir, dan lain-lain. Maka pada makalah ini akan
dibahas mengenai bagaimana kita memanfaatkan energi-energi tadi, dan
bagaimana dampaknya bagi kehidupan kita.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
1. Bagaimana memanfaatkan energy geothermal ?
2. Apa dampaknya bagi lingkungan ?
C. Tujuan
Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana kita
memanfaatkan energi geothermal dan apa saja dampak dari pemanfaatan
teknologi energi tadi bagi kehidupan maupun lingkungan kita.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Energi Geothermal
Sejak
energi berbahan bakar fosil diisukan mulai menipis, khalayak mulai
mempertanyakan banyak hal; Lalu, bagaimana kita hidup? Banyak jawaban
yang ditawarkan. Di antaranya adalah dengan menghemat bahan bakar fosil
tersebut dan mencari sumber energi alternatif.Menghemat bahan bakar
fosil. Sejenak merupakan kebijakan yang sempurna. Akan tetapi, sikap itu
kurang menyelesaikan masalah. Apalagi untuk jangka panjang. Hal ini
disebabkan karena bahan bakar tersebut (minyak bumi dan batubara)
lama-kelamaan akan habis. Alhasil, kepesimisan ini memaksa manusia untuk
memikirkan alternatif kedua, yakni mencari sumber energi alternatif.
Salah satu sumber energi alternatif itu adalah energi geotermal atau
energi panas bumi.
Energi
geotermal adalah energi yang dihasilkan oleh tekanan panas bumi. Panas
ini bernilai sangat besar karena setiap penurunan 100 meter akan terjadi
kenaikan suhu sebesar 3°C. Panas bumi tertinggi terdapat dalam inti
bumi. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa energi yang dihasilkan pun
akan banyak juga. Pemilihan energi panas bumi sebagai sumber energi
alternatif merupakan pilihan yang tepat. Pernyataan tersebut bukan tidak
beralasan karena telah banyak negara-negara seperti Amerika Serikat dan
Kanada yang menggunakan energi panas bumi untuk mencukupi kebutuhan
energi mereka. Beberapa pemanfaatan energi tersebut antara lain adalah
untuk memanaskan ruangan agar tetap bersih (steril) dengan cara
ekonomis, energi pemompaan, dan yang lebih penting lagi adalah
menyediakan kebutuhan akan energi listrik. Selain itu, geothermal bisa
dijadikan salah satu solusi ketergantungan kita pada energi fosil.
B. Dampak Pemanfaatn Geoethermal
Ada beberapa alasan mengapa kita perlu beralih energo geotermal. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Potensi energi geotermal sangat besar
Negara
Indonesia dilewati sekitar 20% panjang sabuk api (ring of fire). Jalur
ini merupakan jalur dimana gunung api banyak dijumpai. Dari
gunung-gunung api inilah sumber panas diperoleh. Menurut perkiraan yang
tercatat hingga saat ini ada sekitar20 ribu MW setara 40% potensi panas
bumi dunia. Akan tetapi, baru sekitar 3-4% saja yang dimanfaatkan.Jelas,
ini sebuah peluang yang sangat besar dan perlu dimanfaatkan. Apabila
dikonversikan, potensi panas bumi Indonesia tersebut setara dengan
supply minyak bumi sebesar 8 Milyard Barel Ekivalen. Ini masih hanya
diperkirakan berdasarkan atas “current technology stages”, efisiensi
konversi, serta usia sumur yang mampu dipakai selama produksi/operasi.
Hal tersebut disebabkan karena pada prinsipnya daya kalor panasnya
sendiri tidak akan habis dalam ratusan bahkan ribuan tahun.
2. Kemudahan teknologi
Energi
geothermal merupakan energi yang dihasilkan oleh panas bumi. Panas atau
suhu tinggi ini sangat mudah dimengerti sebagai sumber energi. Akan
tetapi, perlu adanya transformasi energi ke dalam bentuk energi lain
sehingga siap pakai. Saat ini teknologi pemanfataan geotermal sudah ada.
namun karena Indonesia termasuk daerah tropis kebutuhan panas ini tidak
banyak diperlukan.Jusru kebutuhan pendingin yg diperlukan dan yang
diperlukan di Indonesia ini terutama adalah untuk penerangan dan
transportasi.
Penerangan di Indonesia hampir 100% mempergunakan listrik. Teknologi konnversi energi panas (steam) menjadi energi listrik sudah terbukti dimana-mana sehingga secara teknologi tidak ada masalah dengan pemanfaatan energi geothermal ini. Juga kebutuhan untuk penerangan dan transportasi jelas ada di Indonesia. Kereta Api listrik di Jakarta sudah sejak lama memanfaatkan listrik sebagai sumber penggeraknya. Hal ini tentunya juga akan sangat mungkin untuk memanfaatkan geothermal sehingga dipergunakan sebagai energi pembangkit energi listrik juga untuk kebutuhan industri (lapangan kerja).
Penerangan di Indonesia hampir 100% mempergunakan listrik. Teknologi konnversi energi panas (steam) menjadi energi listrik sudah terbukti dimana-mana sehingga secara teknologi tidak ada masalah dengan pemanfaatan energi geothermal ini. Juga kebutuhan untuk penerangan dan transportasi jelas ada di Indonesia. Kereta Api listrik di Jakarta sudah sejak lama memanfaatkan listrik sebagai sumber penggeraknya. Hal ini tentunya juga akan sangat mungkin untuk memanfaatkan geothermal sehingga dipergunakan sebagai energi pembangkit energi listrik juga untuk kebutuhan industri (lapangan kerja).
3. Menyelamatkan lingkungan
Pemanfaatan
energi geothermal atau secara real dalam bentuk pembangkit listrik
bersifat ramah lingkungan. Hal ini disebabkan karena Pembangkit energi
geotermal tidak membutuhkan bahan bakar untuk menghasilkan listrik
sehingga level emisinya sangat rendah. Ia membebaskan 1 sampai 3%
karbondioksida dari yang dikeluarkan energi fosil.Pembangkit tenaga
geotermal menggunakan sistem pencuci untuk memebersihkan udara dari
hidrogen sulfida (H2S) yang secara alami ditemukan di dalam uap air dan
air panas.Pembangkit tenaga geotermal membebaskan kurang dari 97% hujan
asam-penyusun sulfur daripada bahan bakar fosil.Setelah uap air dan air
dari reservoir tenaga geotermal digunakan, air kemabali diinjeksikan ke
tanah. Selebihnya, karena level emisinya rendah, maka pemanfaatannya pun
mengurangi keberlanjutan global warming.
4. Tidak membutuhkan pasokan bahan bakar
Setelah
dilakukan pembandingan capacity factor, ternyata pembangkit listrik
yang mempunyai capacity factor tertinggi adalah pembangkit listrik
tenaga geotermal (PLTG).
Meskipun
demikian, pemanfaatan energi panas bumi secara berlebihan tetap
berdampak kurang menyenangkan. Beberapa dampak yang mungkin terjadi
adalah ancaman terhadap keberadaan hutan lindung, amblesan tanah
(subsidence), pengurangan air tanah ataupun mata air, penggundulan
hutan, dan erosi. Masalah tersebut bukanlah masalah yang sepele. Jika
kita tidak memperhatikan masalah tersebut, boleh jadi tak akan jadi
masalah pada kehidupan kita sekarang.
Dampak negatif :
Timbulnya
keresahan masyarakat, terjadinya gangguan kamtibmas, menurunnya
kesehatan masyarakat dan kekhawatiran menjalani kehidupan di bawah
bayang-bayang ancaman bencana longsor, gas beracun, amblasan,
kekeringan, kebakaran dan serba ketidakpastian tanpa akhir.
Kerugian dengan energi geotermal :
`Pembangunan
pembangkit tenaga geothermal mempengaruhi kestabilan tanah di beberapa
daerah.Hal ini terjadi ketika air diinjeksikan ke lapisan batuan kering
ketika di sana tidak ada air sebelumnya. Uap kering dan uap dalam skala
kecil juga membebaskan dalam level rendah gas karbon dioksida,nitrit
oksida, sulfur meskipun hanya sekitae 5% dari level jika menggunakan
bahan bakar fosil.Meskipun demikian, pembangkit listrik tenaga
geothermal dapat dibangun dengan sedikit emisi-dengan membuat sistem
control yang dapat menginjeksikan gas-gas ke dalam tanah dengan
mengurangi emisi karbon agar kurang dari 0.1% dari total emisi dengan
pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil.Meskipun lapisan geothermal
dapat menghasilkan panas dalam beberapa decade akan tetapi secara
spesifik beberapa lokasi akan mengalami pendinginan karena pembangunan
sumber yang erlalu luas sementara hanya sedikit energi yang tersedia.
SIMPULAN
Dari
apa yang telah diuraikan di atas, dapat kita simpulkan bahwa energi
Geothermal adalah energi yang dihasilkan oleh tekanan panas bumi. Panas
ini bernilai sangat besar karena setiap penurunan 100 meter akan terjadi
kenaikan suhu sebesar 3°C. Pemanfaatna energi geothermal dapat
dilakukan karena potensi energi geotermal sangat besar, kemudahan dalam
teknologi, dapat meyelamatkan lingkungan dalam artian lebih banyak
dampak positif yang kita dapatkan, dan yang lebih penting lagi tidak
membutuhkan bahan bakar. Selain dampak positif yang didapatkan ada juga
dampak negative yaitu Timbulnya keresahan masyarakat, terjadinya
gangguan kamtibmas, menurunnya kesehatan masyarakat dan kekhawatiran
menjalani kehidupan di bawah bayang-bayang ancaman bencana longsor, gas
beracun, amblasan, kekeringan, kebakaran dan serba ketidakpastian tanpa
akhir. Pembangunan pembangkit tenaga geothermal mempengaruhi kestabilan
tanah di beberapa daerah.Hal ini terjadi ketika air diinjeksikan ke
lapisan batuan kering ketika di sana tidak ada air sebelumnya. Uap
kering dan uap dalam skala kecil juga membebaskan dalam level rendah gas
karbon dioksida,nitrit oksida, sulfur meskipun hanya sekitae 5% dari
level jika menggunakan bahan bakar fosil.Meskipun demikian, pembangkit
listrik tenaga geothermal dapat dibangun dengan sedikit emisi-dengan
membuat sistem control yang dapat menginjeksikan gas-gas ke dalam tanah
dengan mengurangi emisi karbon agar kurang dari 0.1% dari total emisi
dengan pembangkit listrik dengan bahan bakar fosil.Meskipun lapisan
geothermal dapat menghasilkan panas dalam beberapa decade akan tetapi
secara spesifik beberapa lokasi akan mengalami pendinginan karena
pembangunan sumber yang erlalu luas sementara hanya sedikit energi yang
tersedia.
Apapun
teknologi yang kita manfaatkan, pasti ada dampak positf dan negative
yang didapat. Disini tinggallah kebijakan kita bagaimana memanfaatkannya
demi kemaslahatan kita sekarang maupun untuk anak cucu kita nanti.
DAFTAR PUSTAKA
Salirawati, Das. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Yogyakarta: Kanwa Publisher
Anglin, Gary J. 1991. Instructional Technology: Past, Present and Future. Englewood : Libraries Unlimited.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 1997. Pengembangan Kurikulum, Teori dan Praktek. Bandung:
Remaja Rosda Karya.
Sutjipto. 2005. Kurikulum Pendidikan Teknologi suatu Kebutuhan yang Tidak Pernah Terlambat. Jakarta: Kompas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar