WELCOME TO MY BLOG, DON'T FORGET TO LEAVE A COMMENT _ Selamat datang di blog saya, jangan lupa tinggalkan komentar... THANK YOU :)

Kamis, 21 November 2013

REALITA SAMPAH DI KALANGAN SMA

Oleh Muhammad Abdul Aziz
Jurusan Pendidikan IPS Universitas Negeri Yogyakarta

ABSTRAK
Sampah disekitar kita mungkin sudah biasa, karena sebagian besar penduduk Indonesia merupakan masyarakat kelas menengah kebawah yang belum dapat mengkondisikan sampah dengan baik. Tapi, bagaimana dengan sampah yang ada di sekola. Mungkin dianggap wajar jika masih banyak sampah dibuang sembarangan di sekolah TK, SD, atau SMP, karena dianggap anak sekolah seusia itu masih anak – anak, sehingga belum dapat membedakan apakah yang dilakukan itu benar atau salah. Realitanya pelajar SMA yang dianggap sudah mulai menuju kedewasaan juga masih buang sampah sembarangan, mulai disekitar kantin, tempat nongkrong saat istirahat dan didalm kelas.
Bangsa Indonesia sejak awal kemerdekaan sampai sekarang terus menjadi negara berkembang, ini mengindikasikan masyarakatnya malas dalam segala hal. Salah satu kemalasannya yaitu membuang sampah tidak pada tempatnya. Orang Indonesia banyak yang beralasan membuang sampah sembarangan karena tidak menemukan tempat sampah terdekat atau lupa mau membuangnya, dan alasan lainnya menurut versi masing – asing orang, apalagi anak SMA yang pintar membuat alasan bila ditanyakan ‘mengapa buang sampah sebarangan?’.
Membuang sampah sembarangan tentunya merusak keindahan, bukankah kebersihan sebagian dari iman. Sampah yang dibuang sembarangan kadang menyebabkan bau dan menyebabkan tempat tidak nyaman. Jika bau sampah ada dikelas tentunya akan mengganggu kegiatan belajar mengajar, pelajarpun menjadi tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Keadaan seperti ini sebenarnya mereka sendiri yang menciptakan. Apapun alasan seseorang membuang sampah sembarangan ini tetap perbuatan yang tidak baik. Banyak solusi yang dapat dilakukan untuk menangani sampah, dan tidak perlu lagi mencari – cari alasan untuk mebuang sampah sembarangan lagi. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya harus dimulai dari diri sendiri dan ditularkan pada orang lain disekitar kita.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terlepas dari kegiatan mengkonsumsi suatu benda dan pada akhirnya membuang sisa dari apa yang kita makan atau gunakan, inilah yang kita sebut dengan sampah. Sampah di anggap tidak berguna dan tidak penting bagi sebagian besar masyarakat. Banyak masyarakat tidak memperdulikan sampah dan membuang sampah sembarangan.
Di Indonesia realita sampah sungguh memprihatinkan, banyak sampah berserakan dimana-mana. Bahkan, tempat dimana orang yang didalamnya tahu akan pendidikan kebersihan dan keindahan diajarkan, yaitu sekolah. Sering dijumpai didalam kelas terdapat sampah berserakan, mulai dari sampah kertas, sampah rautan pensil, sampai sampah plastik sisa makanan. Tidak dapat dipungkiri bahwa pelajar di Indonesia, khususnya di kota Yogyakarta sebagian besar belum membuang sampah pada tempatnya.
 Tindakan membuang sampah sembarangan merupakan tindakan yang tidak baik. Seharusnya pelajar SMA yang biasanya mulai tidak suka diatur karena merasa sudah dewasa, bisa menjaga kebersihan sekolah meraka dengan membuang sampah pada tempatnya. Bukankah orang yang sudah dewasa dapat membedakan perbuatan baik dan yang tidak baik. Pada kenyataannya sampah di sekolah – sekolah menengah atas masih bersrakan. Realita seperti ini yang membuat penasaran untuk diketahui sebab terjadinya dan mendorong untuk mencari solusi penyelesaiannya.
B.     Batasan Masalah
Pada pembahasan karya tulis ilmiah ini akan kami batasi pembahasan pada realitas sampah khusus di kalangan anak SMA di kota Yogyakarta. Dalam pembahasannya kami juga hanya akan membahas tentang :
1.      Pengertian sampah
2.      Jenis-jenis sampah
3.      Bahaya sampah.
4.      Solusi menanggulangi masalah sampah.

C.    Rumusan Masalah
Masalah yang dibahas dalam karya tulis ilmiah ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.      Apa pengertian sampah ?
2.      Apa saja jenis-jenis sampah ?
3.      bagaimana dampak sampah ?
4.      Bagaimana cara atau solusi agar masalah sampah dapat diselesaikan ?
D.    Tujuan
Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah ini :
1.      Agar dapat mengetahui lebih dalam realita sampah dan masalah apa saja yang terjadi dengan sampah – sampah di sekolah.
2.      Untuk  mengetahui kenapa sampah masih banyak berserakan didalam sekolah menengah atas.
3.      Untuk mengetahui dampak sampah itu, apakah sangat mengganggu atau sudah benar – benar tidak dipedulikan lagi.
4.      Memecahkan dan mencoba memberi solusi untuk menanggulangi masalah sampah.
E.     Manfaat
Pembuatan karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi penulis dan pembaca, antara lain sebagai berikut :
1.      Menjadi lebih sadar akan masalah sampah yang terjadi disekitar kita.
2.      Lebih peduli pada sampah dan dapat membuang sampah pada tempatnya.
3.      Dapat belajar memanfaatkan sampah dan belajar mendaur ulang sampah.
4.      Menambah wawasan tentang realita sampah di kalangan pelajar.
BAB II
METODE PENELITIAN


  1. Metode Penelitian
1.      Metode Kepustakaan
Dengan menggunakan referensi dari internet sebagai bahan penelitian
2.      Metode Wawancara
Dengan melakukan wawancara secara langsung kepada objek yang akan diteliti

  1. Objek Penelitian
Siswa SMA yang berada di Yogyakarta dan Magelang

  1. Waktu dan Tempat
1.      Waktu
·         Survei Lapangan   : Rabu, 16 Desember 2009
·         Pembuatan Produk            : 25 Desember –  30 Desember 2009
·         Observasi              : Sabtu,  16 Januari 2010
·         Pembuatan Laporan          : 18 Januari 2010
2.      Tempat                                         
             Tempat  yang akan diobservasi dalam penelitian ini ialah SMAN 6 Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta, dan SMAN 4 Magelang

       D. Alat dan Bahan
         - Komputer
         - Kertas poster polos
         - Kantong Plastik
BAB III
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Sampah
Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi (http://kebersihan-lingkungan.comze.com/Pengertian).
Sampah adalah semua material yang dibuang dari kegiatan rumah tangga, perdagangan, industri dan kegiatan pertanian. Sampah yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan tempat perdagangan dikenal dengan limbahmunicipal yang tidak berbahaya (http://www.dephut.go.id/Halaman/STANDARDISASI_&_LINGKUNGAN_KEHUTANAN/info 5 1 0604/isi 4.htm).
B.     Jenis-jenis sampah
a. Berdasarkan sifatnya
1.    Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.
2.    Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya.  Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.
b. Berdasarkan sumbernya
1.  Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
2. Sampah Manusia
Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk didalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
3.  Sampah Konsumsi
Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.
4.  Sampah Nuklir
Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidupdan juga manusia. Oleh karena itu sampah nuklir disimpan ditempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktifitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).
5. Sampah industri
6. Sampah pertambangan
     C. Bahaya Sampah
a.    Gangguan Kesehatan
Timbulan sampah dapat menjadi tempat pembiakan lalat yang dapat mendorong penularan infeksi.
Timbulan sampah dapat menimbulkan penyakit yang terkait dengan tikus;
b.    Menurunnya kualitas lingkungan
c.    Menurunnya estetika lingkungan
Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk dipandang mata.
d.    Terhambatnya pembangunan Negara
Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun, yang berarti devisa negara juga menurun. 
D.    Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam . Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat , cair , gas , atau radioaktif dengan metoda dan keahlian khusus untuk masing masing jenis zat(http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah)

Agar pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti filosofi pengelolaan sampah. Filosofi pengelolaan sampah adalah bahwa semakin sedikit dan semakin dekat sampah dikelola dari sumbernya, maka pengelolaannya akan menjadi lebih mudah dan baik, serta lingkungan yang terkena dampak juga semakin sedikit.
a.    Pencegahan dan Pengurangan Sampah dari Sumbernya
Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan sampah organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik  disetiap kawasan yang sering dikunjungi wisatawan.  
b.    Pemanfaatan Kembali
Kegiatan pemanfaatan sampah kembali, terdiri atas:
1).  Pemanfaatan sampah organik, seperti composting (pengomposan).  Sampah yang mudah membusuk dapat diubah menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan wisata. 
Berdasarkan hasil, penelitian diketahui bahwa dengan melakukan kegiatancomposting sampah organik yang komposisinya mencapai 70%, dapat direduksi hingga mencapai 25%.
2).  Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. 
Pemanfaatan kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang.  Sedangkan pemanfaatan kembali secara tidak langsung, misalnya menjual barang bekas seperti kertas, plastik, kaleng, koran bekas, botol, gelas dan botol air minum dalam kemasan.
c.    Tempat Pembuangan Sampah Akhir
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan composting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai ±  10%, harus dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).  Di Indonesia, pengelolaan TPA menjadi tanggung jawab masing-masing Pemda.
Dengan pengelolaan sampah yang baik, sisa sampah akhir yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan lagi hanya sebesar ± 10%.  Kegiatan ini tentu saja akan menurunkan biaya pengangkutan sampah bagi pengelola kawasan wisata alam, mengurangi luasan kebutuhan tempat untuk lokasi TPS, serta memperkecil permasalahan sampah yang saat ini dihadapi oleh banyak pemerintah daerah.

E.     Metode Pengolahan Sampah
Metode pengelolaan sampah berbeda beda tergantung banyak hal , diantaranya tipe zat sampah , tanah yg digunakan untuk mengolah dan ketersediaan area.
1.     Metode Pembuangan
a.     Penimbunan darat
Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg ditinggalkan , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah situs penimbunan darat yg di desain dan di kelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedankan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , menarik berkumpulnya Hama , dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah).
Karakter desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik.Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang terpasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.
b.     Pembakaran/pengkremasian
Pembakaran adalah metode yang melibatkan pembakaran zat sampah. Pengkremasian dan pengelolaan sampah lain yg melibatkan temperatur tinggi baisa disebut "Perlakuan panas". kremasi merubah sampah menjadi panas, gas, uap dan abu.
Pengkremasian dilakukan oleh perorangan atau oleh industri dalam skala besar. Hal ini bsia dilakukan untuk sampah padat , cari maupun gas. Pengkremasian dikenal sebagai cara yang praktis untuk membuang beberapa jenis sampah berbahaya, contohnya sampah medis (sampah biologis). Pengkremasian adalah metode yang kontroversial karena menghasilkan polusi udara.
Pengkremasian biasa dilakukan dinegara seperti jepang dimana tanah begitu terbatas ,karena fasilitas ini tidak membutuhkan lahan seluas penimbunan darat.Sampah menjadi energi (Waste-to-energy=WtE) atau energi dari sampah (energy-from-waste = EfW) adalah terminologi untuk menjelaskan samapah yang dibakar dalam tungku dan boiler guna menghasilkan panas/uap/listrik.Pembakaran pada alat kremasi tidaklah selalu sempurna , ada keluhan adanya polusi mikro dari emisi gas yang keluar cerobongnya. Perhatian lebih diarahkan pada zat dioxin yang kemungkinan dihasilkan di dalam pembakaran dan mencemari lingkungan sekitar pembakaran. Dilain pihak , pengkremasian seperti ini dianggap positif karena menghasilkan listrik , contoh di Indonesia adalah rencanaPLTSa Gede Bage di sekitar kota Bandung.
2.     Metode Daur-ulang
Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.
a.      Pengolahan kemabali secara fisik
Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.
Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVCLDPEPP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.
b.      Pengolahan biologis
Material sampah organik , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.
Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalahGreen Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.
c.       Pemulihan energi
Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup padaTekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis(campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.
3.     Metode penghindaran dan pengurangan
Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai, memperbaiki barang yang rusak, mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue), dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh,pengurangan bobot kaleng minuman) (http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah).

F.     Pendidikan dan Kesadaran
Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan limbah dan sampah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumber daya. Pernyataan yang Talloires merupakan deklarasi untuk kesinambungan khawatir dengan skala dan belum pernah terjadi sebelumnya kecepatan dan degradasi lingkungan, dan penipisan sumber daya alam. Lokal, regional, dan global polusi udara; akumulasi dan distribusi limbah beracun, penipisan dan kerusakan hutan, tanah, dan air; dari penipisan lapisan ozon dan emisi dari "rumah hijau" gas mengancam kelangsungan hidup manusia dan ribuan lainnya hidup spesies, integritas bumi dan keanekaragaman hayati, keamanan negara, dan warisan dari generasi masa depan. Beberapa perguruan tinggi telah menerapkan Talloires oleh Deklarasi pembentukan pengelolaan lingkungan hidup dan program pengelolaan sampah, misalnya pengelolaan sampah di universitas proyek. Universitas pendidikan kejuruan dan dipromosikan oleh berbagai organisasi, misalnya WAMITAB Chartered dan Lembaga Manajemen dari limbah.

G.    Manfaat pengelolaan sampah
1.      Penghematan sumber daya alam
  1. Penghematan energi
  2. Penghematan lahan TPA
  3. Lingkungan asri (bersih, sehat, nyaman)
BAB IV
SIMPULAN


Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak. Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi
Berdasarkan hasil wawancara kami dengan para siswa SMA tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa mereka sebenarnya sadar dan mengetahui akan bahaya membuang sampah sembarangan, tapi mereka sudah menjadi kebiasaan mereka membuang sampah secara sembarangan. Kebiasaan tersebut sangatlah sulit untuk dihilangkan, oleh sebab itu perlu dibuat aturan yang jelas di setiap sekolah untuk membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
Pihak sekolah dan beserta warga sekolah juga harus bisa menjaga agar lingkungan sekolah tetap bersih, dengan cara membuang sampah di tempatnya tadi. Di samping itu juga ketersediaan tempat sampah yang memadai juga harus diperhatikan, karena berdasarkan wawancara yang kami lakuakan kebanyakan siswa membuang sampah sembarangan karena kurangnya ketersediaan tempat sampah. 
Jika tidak ditanggulangi masalah sampah ini maka akan membawa dampak uang sangat membahayakan bagi lingkungan, misalnya terjadi bencana banjir yang diakibatkan tersumbatnya saluran dan resapan air oleh sampah akibatnya air tidak dapat mengalir ke tempat yang semestinya, sehingga mengakibatkan banjir.


DAFTAR PUSTAKA
Pengelolaan Sampah.2009.Diakses darihttp://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah diakses tanggal 13 Januari 20010 jam 07. 30
Pengertian Sampah.2009.Diakses dari http://kebersihan lingkungan.comze.com/Pengertian Sampah.html Pengertian sampah diakses tanggal 13 Januari 2010 jam 7. 38

SAMPAH: Ancaman bagi Kawasan Wisata Alam.2010.Diakses darihttp://www.dephut.go.id/INFORMASI/SETJEN/PUSSTAN/info_5_1_0604/isi_4.htm diakses tanggal 13 Januari 2010 jam 07.51

Tidak ada komentar:

Posting Komentar