Film Dangerous Mind merupakan sebuah film yang menceritakan seorang guru yang bekerja keras dalam menghadapi peserta didik. Dalam film ini di ceritakan seorang yang baru pernah berprofesi menjadi guru dan untuk pertama kalinya mengajar di sekolah. Sebelumnya seorang tersebut merupakan seorang marinir namun ada tawaran dari suatu sekolah untuk mengajar. Saat pertama kalinya orang tersebut mendaftarkan dirinya langsung di terima sebagai guru oleh pihak sekolah, karena guru sebelumnya sudah mengundurkan diri. Guru baru tersebut pada hari pertamanya langsung mengajar tanpa mengenali karakter dari murid yang akan diajar. Namun kelas yang dia temui merupakan kelas yang paling tidak tertib di sekolahan itu. Hari pertama mengajar langsung meninggalkan ruang kelas karena paserta didik yang belum bisa dikendalikan. Dengan keadaan yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar maka guru tersebut mancari metode yang tepat untuk mengajar anak yang selalu mencari keributan tersebut. Hari mengajar berikutnya mulai melakukan pendekatan terhadap muridnya, dengan karakter murid yang selalu mencari keributan maka untuk pertama kalinya mereka diajarkan karate, tentunya seorang mantan marinir dapat bela diri. Dengan teknik tersebut guru dapat mengambil perhatian muridnya. Selanjutnya, guru tersebut mengajarkan mengenai kata kerja dalam kalimat, namun agar meteri tersebut manarik perhatian murid yang tidak disiplin, maka guru tersebut menggunakan kata yang tidak lazim untuk kegiatan pendidikan. Hingga akhirnya guru tersebut di panggil oleh kepala sekolah karena mengajar tidak sesuai peraturan sekolah dan kurikulum yang telah ada. Namun hari berikutnya tetap menggunakan metode yang telah di pelajarinya agar medapat perhatian murid.
Selajutnya, metode yang digunakan dengan memberikan hadiah bagi setiap murid yang dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru. Metode tersebut juga dapat mencuri perhatian murid. Selain itu mereka di bagi menjadi beberapa kelompok untuk tugas dan yang dapat menyelesaikan tugas tersebut akan mendapat hadiah makan malam bersama guru. Murid-mudir banyak yang tertarik untuk mengerjakan soal tersebut dengan tujuan mendapat hadiah itu. Bahkan banyak orang tak menyangka murid yang selalu ramai di kelas saat ini mau mengunjungi perpustakaan untuk meminjam buku. Metode-metode tersebut ternyata mampu menaklukan para murid. Hingga akhirnya guru itu mampu mengendalikan keadaan di kelas.
Permasalahan lainnya juga muncul dari latar belakang dalam keluarga dari setiap murid. Banyak murid yang berasal dari keluarga yang kurang mampu dari segi ekonominya sehingga ada beberapa murid yang sering bolos sekolah untuk membantu orang tua. Namun perhatian guru tersebut, secara langsung mau mengunjungi setiap rumah murid yang jarang berangkat sekolah dan membicarakan permasalahan dengan orang tua setiap murid apa yang medasari permasalahan itu. Dengan perjuangan hanya untuk meluluskan seluruh muridnya, seorang guru berjuang dengan seluruh kemampuan untuk menyadarkan perilaku tidak benar yang dimiliki oleh murid-muridnya.
Dari film Dangerous Mind ini, kita banyak belajar bagaimana menjadi guru yang kreatif, kerja keras, pintar dan tidak pernah putus asa. Sebagai guru memang kita sebelumnya harus memiliki tekad yang bulat dan komitmen yang kuat agar setiap profesionalitas seorang guru dapat tercapai. Mulai dari awal kita haru mempersiapkan mental untuk menghadapi perilaku murid yang beraneka ragam dalam setiap kelas. Dengan memahami setiap perilaku setiap murid seorang guru dapat menentukan metode-metode yang tepat untuk menyampaikan setiap materi agar dapat dipahami secara menyeluruh. Seperti dalam kutipan film tersebut, seorang guru menghadapi murid yang tidak disiplin maka guru menyampaikan materi sesuai dengan cara yang diinginkan oleh setiap murid, contohnya murid menyukai hadiah dalam setiap penyampaian materi, maka dengan media hadiah tersebut setiap murid akan berusaha memahami setiap pelajaran agar memperoleh hadih itu. Terkadang peraturan sekolah membuat menjadi kendala dalam mengunakan metode yang tidak lazim digunakan untuk para murid, namun yang lebih mengetahui setiap karater murid hanyalah guru yang mengajar setiap kelas tersebut. Jadi, kita harus memakai cara sendiri untuk mengatasi masalh dalam kelas tersebut meskipun menggunakan cara yang keras seperti dalam film yang mengajarkan muridnya cara membela diri, namun hanya itu yang dapat menarik simpati dari setiap murid itu. Film tersebut juga menajarkan kita agar dapat selalu berkomunikasi dengan setiap murid agar mengetahui setiap masalah yang sedang dihadapinya, bahkan jika perlu kita berkomunikasi juga dengan wali murid. Karena dengan komunikasi kita akan mengetahui keadaan psikologi dari setiap murid. Seperti dalam film tersebut, seorang guru secara langsung mengunjungi rumah muridnya karena sedang mengalami masalah dalam keluarganya. Pendekatan-pendekatan tersebut juga sangat dibutuhkan dalam kegiatan belajar mengajar agar tercapai komunikasi yang baik dalam pembelajaran. Jadi kesimpulan dari film Dangerous Mind yaitu, bagaimana kita menerapkan metode mengajar yang cocok sesuai dengan karakter setiap murid kita, bagaimana kita mendapat perhatian dari setiap murid, dan perlunya komunikasi antara guru dengan murid dan komunikasi dengan masyarakat sekitar terutama keluarga atau orang tua murid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar